Makin Banyak Istri Tertular HIV/AIDS di China
Tanggal: Tuesday, 05 June 2012
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 03 Juni 2012

Beijing - Jumlah pasangan yang terinfeksi HIV semakin meningkat di China daratan. Kebanyakan yang tertular adalah kaum ibu yang suaminya sering “makan sate” di luar, tulis sebuah laporan seperti dikutip China Daily kemarin (2/5).

“Laporan ini bakal membantu melengkapi metoda pencegahan penularan HIV di antara pasangan yang menikah dan secara signifikan menurunkan infeksi baru,” ujar Liu Kangmai, deputi direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian AIDS/STD (NCAIDS).

Laporan yang disusun NCAIDS, UN Women and UNAIDS itu berdasar temuan penelitian yang dilakukan pada tahun lalu di enam koita di Yunan, Henan, Sichuan, Guangxi dan Chongqing. Penelitian ini menyelidiki 770 pasangan yang salah satunya terpapar HIV positif.

Menurut estimasi yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan China pada 2009, sekitar 15 persen dari 740.000 penderita HIV/AIDS di China daratan ternyata tertular oleh pasangannya. Dari 48.000 orang yang terdeteksi tertular pada 2011, paling sedikit 25 persen kasus terjadi penularan yang melibatkan hubungan seks lain jenis terutama dengan pasangan hidupnya.

Dari kawasan yang diteliti, survei ini menemukan proporsi mereka yang menderita AIDS karena tertular pasangannya, melejit naik empat kali lipat dari temuan pada 2004 dibanding temuan pada 2011. Yang paling dramatis adalah kenaikan jumlah penderita di provinsi Sichuan, dari 0,78 persen pada 2004 menjadi 10,9 persen pada 2011.

Yang paling mencolok di Provinsi Henan, yang menemukan 20 persen penularan infeksi AIDS dari pasangannya. Di Yunan, jumlah ibu-ibu terinfeksi karena ulah kenakalan “perkakas” suaminya di luaran tercatat sebanyak 6,6 kali daripada para isteri menulari suaminya.

Statistik menunjukkan, saat ini wanita yang tertular HIV/AIDS tercatat 30 persen di China daratan. Mayoritas (62 persen) penderita HIV/AIDS – yang berumur antara 19 dan 44 tahun—adalah wanita bersuami, dan hanya 16 persen yang tidak bersuami.

“Laki-laki yang kena HIV/AIDS biasanya suka jajan di luar, atau karena menggunakan narkoba melalui jarum suntik. Sementara para isteri tak berdaya menolak keinginan suaminya melakukan hubungan seks,” ujar He Tiantian, ketua organisasi Jaringan Wanita Anti AIDS di China.

Bahkan di kawasan yang terpencil seperti di Sichuan, hampir 94 persen para isteri yang sehat dipaksa tetap berhubungan seks oleh para suaminya, baik pakai kondom maupun tidak.

Karena itu, para wanita yang masih sehat itu harus diberi penjelasan oleh para medik agar mereka terselamatkan dari korban penularan AIDS. Suami-suami China seharusnya kasihanilah para isterimu itu. [mdr]

Sumber: http://web.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6563