Penularan HIV di Kalangan Ibu Rumah Tangga Melonjak
Tanggal: Tuesday, 05 June 2012
Topik: HIV/AIDS


metrotvnews.com, 04 Juni 2012

KASUS penularan HIV/AIDS di kalangan ibu rumah tangga di Jakarta terus melonjak. Kini penularan HIV pada ibu rumah tangga ada di posisi kedua setelah penularan pada kelompok karyawan. Kelompok karyawan adalah populasi tertular HIV paling banyak di ibu kota.

Survey Surveilans Epidemiologi HIV/AIDS Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, sampai periode Juni 2012 memperlihatkan, total kasus HIV pada rumah tangga telah mencapai 147 orang. Sedangkan untuk karyawan jumlahnya 283 orang, dengan rincian 199 HIV dan 84 AIDS dan wiraswasta sebanyak 139 pengidap.

"Mayoritas penularan HIV ibu rumah tangga berasal dari suami sendiri yang kerap melakukan transaksi seks tidak aman," ungkap Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta, Rohana Manggala, di Jakarta, Senin (4/6).

Rohana mengingatkan, jika fenomena ini terus didiamkan, bukan tidak mungkin tren penularan HIV pada kelompok berisiko di Jakarta akan mulai bergeser kepada kelompok masyarakat umum, seperti yang telah terjadi di Papua.

Jika dihitung dari total perempuan di DKI yang positif HIV, menurut Rohana, posisi terbanyak juga masih dipegang oleh ibu rumah tangga dengan komposisi hingga 55%. Sedangkan sisanya ditempati oleh PSK, karyawati dan lain-lain.

Bagi Rohana, sosialisasi bahaya HIV pada laki-laki pembeli seks sejatinya menjadi kunci untuk memutus mata rantai penularan pada kelompok ibu rumah tangga. Namun diakui sosialisasi pada kelompok laki-laki pembeli seks atau yang dikenal pula sebagai kelompok high risk man (HRM) bukanlah perkara mudah.

Pria dewasa di DKI yang tergolong HRM diperkirakan mencapai 20%. Kendati telah berulangkali diingatkan agar mereka setia pada pasangan dan bila terpaksa melakukan seks tidak aman agar selalu menggunakan kondom, namun Rohana mengaku peringatan itu kerap diabaikan oleh mereka.

Ketua Forum LSM Peduli AIDS Jabodetabek Evie Tarigan mengakui kelompok HRM perlu mendapat garapan sosialisasi secara lebih serius. Pasalnya fakta di lapangan membuktikan bahwa sosialisasi di kelompok PSK saja tidak akan efektif.

"Penjaja seks memiliki daya tawar lemah. Mereka tidak bisa memaksa pelanggan menggunakan kondom," papar Evie.(Ant/BEY)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6566