Puluhan Remaja Ikuti Lokakarya Yoga Cegah HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 05 June 2012
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 04 Juni 2012

DENPASAR
- Puluhan remaja di Ubud, Bali, Minggu, mengikuti lokakarya yoga dan pemberdayaan pemuda dalam upaya mencegah bahaya HIV/AIDS dan narkoba.

Kegiatan yang diselenggarakan di Anand Ashram, Ubud, bertajuk "Youth Challenges & Empowerment" ini, para peserta diberikan pengantar tentang yoga sekaligus dilatih dasar-dasar yoga.

Selain itu para peserta juga diajak untuk melakukan beberapa permainan ringan dan bernyanyi bersama dengan irama lagu yang riang. "Rasanya lebih tenang dibanding sebelumnya, senang bisa ikut kegiatan ini," kata Gusti Ayu Indra Kasih, peserta kegiatan yoga tersebut, Minggu (3/6/2012).

Ia mengaku awalnya memang capek, tetapi setelah selesai yoga badan jadi segar. Yoga ini membantu dirinya untuk menyadarkan tubuhnya dari sakit. "Badan saya merasa sakit. Namun dengan terus dilatih bisa memperkuat badan dan pikiran saya," katanya.

Sementara penyelenggara lokakarya (workshop) dr Wayan Sayoga mengatakan, tujuan diadakan kegiatan ini adalah supaya anak-anak muda menjadi sehat secara holistik, menjadi cerdas dan bertanggung jawab dan menyadari potensi diri sejak dini.

"Selain itu menumbuhkembangkan rasa percaya diri dan memiliki kemampuan untuk memilah mana tindakan tepat, dan tidak tepat untuk diri mereka," ucapnya.

Ia mengatakan, pemuda mempunyai energi luar biasa. Dan jika tidak disalurkan dengan baik akan menimbulkan ekses negatif, seperti perkelahian, pergi ke kafe, minum minuman keras, seks bebas, dan lain sebagainya.

"Kegiatan ini sekaligus untuk mencegah semakin banyaknya penderita HIV/AIDS akibat pergaulan yang salah. Penderita HIV/AIDS di Bali saat ini tinggi. Jadi ’workshop’ ini merupakan mekanisme pencegahan bahaya yang lebih besar," katanya.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), jumlah penduduk Indonesia yang terkena virus HIV/AIDS pada 2020 diperkirakan bisa mencapai 1,9 juta orang. Setiap satu jam, seorang remaja pemuda di Indonesia terjangkit HIV.

Data akurat lainnya menunjukkan bahwa di Indonesia adalah peringkat ke-3 dunia. Sedangkan jumlah perokok di Tanah Air adalah nomor satu di dunia juga. Dalam sebatang rokok mengandung 4.000 bahan kimia yang 200 di antaranya beracun yang dapat menyebabkan kanker bagi tubuh.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6567