Kasus HIV/Aids di Ibu Kota Naik 25 Persen
Tanggal: Tuesday, 05 June 2012
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 05 Juni 2012

JAKARTA: Kasus baru positif HIV/AIDS di DKI Jakarta menunjukan tren meningkat dari tahun ke tahun. Hingga akhir 2011, total penderita positif HIV/AIDS menjadi 5.650 kasus. Jika dibandingkan dengan kasus pada 2010 yang mencapai 4.318 kasus, dalam hitungan satu tahun, penderita HIV/AIDS positif di Ibu Kota bertambah 1.332 kasus atau naik sekitar 25,3%.

"Rendahnya pengetahuan masyarakat DKI soal HIV menjadi salah satu penyebab kasus penyakit itu terus saja meningkat dari tahun ke tahun," ujar kepala bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Bagus Nyoman Banjar, di Jakarta, Senin (4/6).

Berdasarkan pantauan, hanya sekitar 22% remaja usia 15-25 tahun di Ibu Kota yang memiliki pemahaman secara komprehensif soal seluk beluk HIV. Padahal idealnya, kata Nyoman, paling tidak 95% kaum muda di DKI telah memiliki pengetahuan yang memadai soal HIV.

Secara nasional, pemerintah terus berusaha meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat soal HIV dengan meluncurkan program program Aku Bangga Aku Tahu.

Lewat program tersebut, petugas konseling rutin mendatangi sekolah-sekolah, tempat kerja untuk memberi konseling, serta sesi diskusi mengenai HIV-AIDS dan kesehatan reproduksi.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta, Rohana Manggala, menambahkan, pada 2011 di DKI terdapat 1.332 kasus baru AIDS dan 1.273 HIV. Secara kumulatif total kasus HIV di Jakarta mencapai 5.555 dan AIDS sebanyak 5.650 kasus.

Total kasus HIV/AIDS di DKI Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia. Kasus terbanyak selanjutnya berada di Provinsi Papua dan Jawa Timur.

Kendati memiliki kasus tertinggi di Indonesia, namun jika dilihat dari jumlah perbandingan orang yang terinfeksi per 100 ribu penduduk (prevalensi) maka, posisi teratas diduduki oleh Papua dengan prevalensi mencapai 157,02 orang per 100 ribu penduduk.

Menurut Rohana, prevalensi HIV/AIDS di Papua sudah masuk dalam tahap sangat berbahaya. "Angka tersebut menunjukkan penularan sudah terjadi pada masyarakat umum dan tidak terbatas pada kelompok berisiko," tuturnya.

Berbeda dengan DKI, kendati prevalensinya berada di urutan terbanyak ke-3 di Indonesia dengan 50,14 per 100 ribu orang, namun penularan masih terbatas pada kelompok berisiko, seperti PSK, pasangan homoseksual, pecandu narkoba dan lain-lain.

Selain Papua dan DKI Jakarta, lima besar provinsi dengan prevalensi HIV/AIDS cukup besar adalah Bali dengan 62,40, Kalbar (28,82) dan Riau (24,06).

Secara nasional, total kasus HIV dan AIDS pada 2011 mencapai 21.031 dan 4.162. Kasus terbanyak penularan HIV terjadi akibat seks bebas hetroseksual, kemudian penggunaan jarum suntik narkoba secara berganti-ganti, homoseksual dan lainya. (Tlc/OL-9)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6571