BALITA PENDERITA HIV AIDS Asal Boyolali Meninggal
Tanggal: Friday, 15 June 2012
Topik: HIV/AIDS


Solo Pos, 07 Juni 2012

BOYOLALI – RF, anak balita yang menderita HIV AIDS akhirnya meninggal dunia, Kamis (7/6/2012). Bocah berusia dua tahun yang merupakan anak bungsu dari RH, 36, penderita HIV AIDS, warga Klego, Boyolali.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Syamsudin mengatakan, RF meninggal dunia, Kamis pagi karena komplikasi infeksi paru-paru atau pneumonia. Sebelumnya, ia dirawat beberapa hari di RSUD Pandan Arang. “Korban meninggal sekitar pukul 05.00 WIB. Ia sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” tuturnya saat ditemui wartawan di kantornya.

Syamsudin menjelaskan, korban adalah anak keempat dari RH. Ia terkena HIV AIDS sejak dalam kandungan. Sedangkan sang ayah, PD juga penderita HIV AIDS. RH hanya bisa terbaring di ranjang sejak beberapa bulan lalu.

Ibu rumah tangga ini diketahui positif HIV AIDS saat dirawat di RSUD Pandan Arang awal tahun ini. Pihak RS kemudian melakukan penyelidikan epidimiologi (PE) dengan pendekatan kekeluargaan. Dari hasil pemeriksaan ini diketahui, RH, PD (suami) serta RF (anak) positif HIV AIDS. RH dan PD terkena penyakit ini karena pasangan suami-istri. Sedangkan, sang anak tertular karena perinatal. “RH sempat dirawat di RSUD Moewardi Solo. Namun, korban dibawa pulang karena terkendala biaya,” imbuhnya.

Pihaknya terus memberikan antri retroviral (ARV) setiap bulannya. Selain itu, korban mendapatkan konseling khusus di RSUD Pandan Arang. Pemantauan dan penanganan penderita dilakukan setiap bulannya melalui pemeriksaan khusus.

Sementara itu Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Boyolali, Nur Suhartinah menegaskan, penularan penyakit HIV AIDS yang diderita RH bukan akibat dari KB steril atau metode operasi wanita (MOW). Sebab, alat yang digunakan untuk KB dijamin steril serta satu alat untuk satu orang.

“HIV AIDS yang dideritanya tidak ada kaitannya dengan KB steril yang dilakukannya. Pasalnya, ia tertular jauh sebelum steril,” jelasnya. Menurutnya, steril dilakukan agar penyakit itu tidak menular ke keturunannya.

Sumber: http://www.solopos.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6577