Nafsiah Mboi, Aktivis HAM, AIDS, dan Peduli Perempuan-Anak
Tanggal: Friday, 15 June 2012
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 13 Juni 2012

JAKARTA: Bukan tanpa alasan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menunjuk Dr Nafsiah Mboi SpA MPH untuk menduduki jabatan Menteri Kesehatan. Kemampuan, pengalaman, dan pengabdian Nafsiah yang berkomitmen dalam kerja nyata untuk memajukan kesehatan masyarakat membuat Presiden memercayakan jabatan yang sebelumnya dipegang almarhumah dr Endang Sedyaningsih itu.

Nafsiah Mboi terlahir di Sengkang, Sulawesi Selatan, 14 Juli 1940. Ia adalah istri mantan Gubernur NTT Aloysius Benedictus Mboi. Nafsiah juga merupakan dokter spesialis anak yang mendapat gelar MPH dari Universitas Antwerpen, Belgia, pada 1990 dan sempat menjadi research fellow untuk Takemi Program dalam kesehatan internasional di Universitas Harvard, Cambridge, AS, pada 1990-1991.

Ibunda Maria Yosefina Tridia Mboi, Gerardus Majela Mboi, dan Henri Dunant Mboi ini dikenal aktif di bidang HAM dan pernah menjadi ketua komite hak-hak anak untuk PBB. Di bidang pemerintahan, ia pernah menjadi anggota MPR (1982-1987).

Bersama sang suami, sejak 1978, ia terus berusaha mengangkat derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat NTT yang saat itu merupakan provinsi tertinggal. Nafsiah memberi perhatian besar pada masalah perempuan dan kesehatan anak.

Atas usahanya tersebut, ia dan suami menerima Magsaysay Award pada 1986 dari pemerintah Filipina. Tak hanya itu, mereka juga diganjar Satya Lencana Bhakti Sosial pada 1989.

Alumnus jurusan spesialisasi anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga memiliki kepedulian yang tinggi di bidang advokasi HIV/AIDS. Untuk itu, Nafsiah kemudian meneruskan pendidikannya di Harvard University, Amerika Serikat, untuk mendalami HIV/AIDS. Ia melihat HIV/AIDS bakal menjadi ancaman global karena bisa menyebar dengan cepat.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2006, Nafsiah dipercaya menjabat Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional. Posisi ini menggantikan pejabat sebelumnya, Sukawati Abubakar.

Dan kini setelah menjalani fit and proper test, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara resmi sudah menetapkan dirinya menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih yang telah meninggal dunia pada 2 Mei lalu. (Pri/OL-10)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6588