Identitas Khusus untuk Pengguna Narkoba
Tanggal: Friday, 15 June 2012
Topik: Narkoba


InfoPublik, 13 Juni 2012

Palembang – Komisi Penanggulangan AIDS Kota Palembang memberikan kartu identitas khusus kepada 20 pengguna narkoba jenis jarum suntik, yang betul-betul berniat putus dari ketergantungan akan narkoba demi menghindari HID/AIDS, yang salah satu di antaranya ditularkan lewat jarum suntik.

“Mereka diberi kartu, artinya tengah menjalani terapi penyembuhan,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Palembang, Zailani UD, di Hotel Best Skip, Palembang, Selasa (12/6).

Para pengguna ini diposisikan sebagai korban. Jadi, jika selama mengikuti terapi ditemukan bukti bahwa mereka ini bukan pemakai, tapi pengedar, maka perkaranya bukan lagi di KPA Palembang, tapi ke kepolisian. “Selama menjalani terapi, mereka tetap dipantau polisi,” kata Zailani.

Salah satu terapi yang dipakai adalah terapi metadon. Menurut salah seorang pengguna, Yanal, ia sudah tiga tahun menjalani terapi metadon di Rumah Sakit Ernaldi Bahar, Palembang. “Awal pertama kali menerima metadon, dosis yang saya terima mencapai 240,” ujarnya.

Kini, secara perlahan dosisnya menurun, mencapai 120. Dosis terapi metadon ini memang tidak bisa sekaligus diturunkan, tapi perlahan. Biasanya dosis turun 2,5 miligram selama satu bulannya. Dosis dari dokter biasanya juga akan tergantung pada kondisi tubuh pasien sendiri.

Ia mengaku dengan terapi metadon secara berangsur-angsur menurunkan ketergantungannya terhadap narkoba. (Wahyu Hidayat/toeb)

Sumber: http://www.bipnewsroom.info




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6591