Tempat Hiburan Pemicu Penyebaran HIV-AIDS
Tanggal: Friday, 15 June 2012
Topik: HIV/AIDS


PRLM, 14 Juni2012

SUMBER - Menjamurnya tempat hiburan malam yang turut juga menyediakan praktik prostitusi, menjadi salah satu pemicu meningkatnya penyebaran Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV-AIDS) di wilayah Kabupaten Cirebon. Tercatat mulai Januari hingga Mei 2012, tercatat 35 temuan kasus baru orang yang positif terjangkit HIV-AIDS.

"Banyaknya tempat hiburan malam dengan praktik prostitusi selain penyalahgunaan narkotika melalui jarum suntik, menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus penyebaran HIV-AIDS. Ini fakta yang memerlukan kesungguhan semua pihak dalam menanggulangi penyebaran salah satu virus yang membahayakan ini," ungkap Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Cirebon, Deni Agustin dalam pertemuan pers, di salah satu rumah makan di Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, Kamis (14/6).

Dalam kesempatan itu, Deni menjelaskan, temuan kasus penderita HIV-AIDS dalam kurun waktu 2000 hingga 2012, mencapai 596 kasus yang terdiri dari kategori luar wilayah sebanyak 312 kasus, dan dalam wilayah sebanyak 284 kasus. "Kalau luar wilayah itu berarti kasus yang ditemukan di dalam lembaga pemasyarakatan di wilayah Kabupaten Cirebon. Jumlah penderita HIV-AIDS yang ada di dalam wilayah dengan yang di luar wilayah memang lebih banyak yang di luar wilayah. Karena, orang yang tidak sedang berurusan hukum masih bisa melarikan diri dari pemeriksaan," katanya.

Deni menambahkan, apabila dilihat dari situasu dan kondisi yang terjadi di Kabupaten Cirebon, meskipun penderita HIV-AIDS yang terungkap pada awal 2012 hingga Mei 2012 ini relatif sedikit, akan tetapi dikhawatirkan ada potensi yang setiap waktu membesar. "Dari segi risiko, memang hal ini dianggap rawan. Meskipun yang terungkap baru 35 temuan, akan tetapi ini dikhawatirkan seperti gunung es," tuturnya.

Deni menambahkan, memutus rantai penularan HIV-AIDS, tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Pembinaan, pengkoordinasian, pengendalian, dan pengawasan harus melibatkan berbagai pihak terkait. "Mata rantai penularan HIV-AIDS di Kabupaten Cirebon, bisa diputus jika ada koordinasi baik dinas kesehatan, dinas pendidikan, dinas tenaga kerja dan sosial, polisi pamong praja, kepolisian, dan Badan Narkotika Kabupaten Cirebon," ujarnya.(A-198/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6595