Alasan Nyamuk Tak Dapat Tularkan Virus HIV
Tanggal: Friday, 15 June 2012
Topik: HIV/AIDS


IBTimes.com, 14 Juni 2012

Pusat Pengendalian Penyakit A.S. mengatakan bahwa tubuh dari literatur ilmiah telah menunjukkan "tidak adanya bukti adanya transmisi HIV dari nyamuk ataupun dari serangga lainnya - bahkan di daerah dimana terdapat banyak kasus AIDS dan populasi nyamuk yang besar.

Salah satu alasan virus AIDS tidak berpindah adalah karena nyamuk tidak menyuntikkan darahnya sendiri.

Salah satu alasan virus AIDS tidak berpindah adalah karena nyamuk tidak menyuntikkan darahnya sendiri - atau darah dari makanan terakhirnya - saat menggigit seseorang. Malah yang terjadi adalah menyuntikkan air liurnya, yang digunakan sebagai pelumas untuk memudahkannya saat menghisap. (Namun, nyamuk yang membawa penyakit malaria dan demam kuning memindahkannya lewat air liur serangga ini).

Juga, oleh karena serangga ini menghisap darah lewat jalur yang sepenuhnya terpisah dari jalur yang mengeluarkan ludah, hanya ada sedikit kemungkinan darah yang terkontaminasi HIV akan dapat berpindah saat nyamuk mengeluarkan ludahnya ke korban berikutnya.

Juga secara statistik kemungkinan besar nyamuk tidak memiliki partikel HIV yang cukup untuk menulari seseorang. Dalam diri seseorang yang terinfeksi HIV, tidak terdapat banyak partikel virus dalam sirkulasi jika dibandingkan dengan yang ditemukan dalam penyakit lain yang dibawa oleh nyamuk.

Jarang terdapat seseorang dengan HIV memiliki lebih dari 10 unit HIV bersikulasi dalam aliran darah mereka. Berdasarkan University of Rutgers Center for Vector Biology, bahkan jika seekor nyamuk disajikan" seseorang dengan 1.000 unit HIV bersikulasi, kalkulasi telah menunjukkan hanya ada 1 dalam 10 juta kemungkinan dimana nyamuk akan menyuntikkan satu unit HIV ke orang selanjutnya.

"Dalam istilah awamnya, seseorang yang tanpa AIDS harus mengalami 10 juta kali digigit nyamuk agar dapat terinfeksi satu unit HIV dari mulut nyamuk yang terkontaminasi," tulis entomologi dari Rutgers, Wayne J. Crans di laman Center tersebut.

Tapi, salah satu alasan utama nyamuk tak dapat mentransfer virus HIV adalah karena mereka mencerna virus yang termakan. Kendati, parasit lainnya mampu untuk menghindari enzim pencernaan sang nyamuk. Juga, banyak parasit yang mampu keluar dari perut nyamuk; sedang yang lainnya mempertahankan diri terhadap enzim tersebut. Tahun 2010, para peneliti dari Institut Kesehatan Nasional A.S. menemukan bahwa parasit malaria bersembunyi dalam jaringan protein yang dibuat oleh nyamuk di dalam usus tengahnya untuk melindungi bakteri yang menguntungkan yang tumbuh dalam ususnya, menggunakan pertahanan dari si nyamuk sendiri untuk menyelamatkan diri dari sistem kekebalan.

Dan saat ini virus HIV tidak memiliki trik meloloskan diri seperti di atas (atau juga karena "belum").

Sumber
: http://id.ibtimes.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6596