Setelah Dilantik Langsung Gelar Rapat dan Jumpa Pers
Tanggal: Friday, 15 June 2012
Topik: Narkoba


FAJAR, 15 Juni 2012

Nafsiah Mboi resmi menyandang jabatan baru sebagai Menteri Kesehatan RI. Sesaat setelah dilantik Presiden SBY, dia langsung berpisah dengan keluarganya di Istana Negara di Jalan Veteran, tempat pelantikan, menuju kantor barunya di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan Jakarta.

Jabatan Menteri Kesehatan RI yang sebulan lowong akhirnya terisi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah Mboi menduduki jabatan itu. Kamis 14 Juni, Nafsiah Mboi yang sudah berusia 72 tahun ini dilantik. Suaminya Ben Mboi, adalah Gubernur NTT Periode 1978-1988, bersama anak-anaknya menghadiri pelantikan itu.

Tak menunggu lama, sesaat setelah pelantikan, Nafsiah langsung beraksi. Dia segera meluncur ke kantor barunya di Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan Jakarta, dengan menggunakan mobil dinas baru pula, RI 30. Sementara di pelataran gedung Kemenkes, berjejer puluhan karangan bunga bertuliskan ucapan dan proficiat kepada Nafsiah Mboi yang resmi menyandang jabatan Menteri Kesehatan RI. Nafsiah menggantikan almarhum Endang Rahayu Sedyaningsih yang meninggal dunia akibat kanker paru-paru pada 2 Mei 2012 lalu.

Tiba di gedung Kemenkes, Nafsiah yang kemarin mulai disapa Bu Menkes itu langsung menggelar rapat intern bersama Wakil Menteri Kesehatan RI Ali Ghufron Mukti dihadiri juga para Dirjen dan pejabat lingkup Kemenkes. Rapat tak berlangsung lama, karena hanya sekadar perkenalan dengan para pejabat di jajaran Kemenkes.

Pukul 15.30, Nafsiah pun bertemu puluhan wartawan dari berbagai media massa yang sejak pukul 15.00 telah menunggu di depan pintu Ruang J. Leimena, lantai II Gedung Kemenkes. Masih dengan kebaya merah saat pelantikan, Menkes Nafsiah Mboi menyapa para wartawan. Dia didampingi Wamenkes Ali Ghufron Mukti. Sejumlah staf Kemenkes juga ikut dalam acara itu sekadar ingin mengenal lebih dekat dengan Menkes baru itu.

Nafsiah masih terlihat ceria dan bersemangat, walau usianya sudah tak muda lagi. Walau sejak pagi tak istirahat, tak tampak rasa capek di wajahnya. Sesekali dia tertawa lebar di hadapan wartawan. "Saya terus terang merasa happy karena merasa tertantang dengan tugas baru. Saya happy bukan karena mobil bagus, walau iya emang mobilnya bagus, tapi saya bekerja sepenuh hati," ujar Nafsiah.

Sosok yang pernah menjabat sebagai Konsultan Family Health International tahun 2005-2006 ini juga menganggap kepercayaan yang diberikan kepadanya adalah anugerah Tuhan. Sebab, bukan sekali ini namanya disebut untuk menduduki kursi Menkes. Jauh sebelumnya, tepatnya sejak 2004, namanya masuk bursa Menkes. Namun, saat itu SBY lebih memilih Siti Fadilah Supari. Lantas, pada 2009, lagi-lagi nama Nafsiah Mboi disebut, tapi justru Endang Rahayu Sedyaningsih yang dipilih Presiden SBY.

Nafsiah yang juga pernah menjadi pejabat karir di Kemenkes ini menyadari bahwa jabatan adalah anugerah Tuhan, sehingga pekerjaan yang diberikan kepadanya selalu sesuai dengan keahliannya. Tak jadi Menkes, Nafsiah ditunjuk menjadi Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS Nasional.

"Saya sangat percaya Tuhan selalu mengatur jalan hidup saya dan selalu memberikan pekerjaan yang selalu saya cintai. Jadi kalau bukan masanya jadi Menkes, pasti ada yang lebih baik dari saya," ungkap Nafsiah.

Apa alasan SBY memilih Nafsiah Mboi? Nafsiah ogah menjawabnya. "Yang saya tau cuma diminta untuk tes kesehatan. Terus dipanggil Presiden ke Cikeas dan ngobrol dengan Presiden. Pak Presiden mengatakan tolong bantu saya menyelesaikan tugas-tugas Ibu Endang. Jadi saya biasa-biasa aja. Saya sangat menghormati Ibu Endang," ujarnya. (*/sil)

Sumber: http://www.fajar.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6598