Terapi Metadon Bagi Ketergantungan Heroin
Tanggal: Sunday, 17 June 2012
Topik: Narkoba


Pontianak Post, 17 Juni 2012

Tanya:

Saya punya pacar. Kami telah menjalin hubungan yang cukup lama. Pacar saya itu seorang pecandu putaw. Kini dia sering sakit, terutama kalau lagi sakaw. Bapak ibu katanya bisa diobati dengan terapi metadon. Bagaimana caranya, dan kami harus mendapatkan di mana?, Terus, apakah ia akan sembuh dengan terapi tersebut?. Terima kasih atas jawabannya.

Nn. Y, 085245970xxx

Jawab:

SDRI Y yang baik, kami mencoba untuk memahami apa yang sedang anda hadapi. Meskipun apa yang telah dilakukan oleh pacar anda adalah sebuah kekeliruan karena telah menjadikan Napza sebagai pelarian, namun itu telah terjadi. Kita harus bersikap dan bertindak bijak agar tidak semata-mata menyalahkannya, karena kalau sudah terjadi seperti itu dia telah masuk dalam kategori korban penyalahgunaan Napza yang justru harus dibantu dan dipulihkan.

Sdr Y, selain masalah gejala putus obat (sakaw) yang biasa pacar saudara alami, ada hal lain yang justru lebih serius diperhatikan. Penyalahgunaan putaw dilakukan dengan cara jarum suntik, hal ini sangat beresiko tinggi untuk terjadinya penularan HIV AIDS dan Hepatitis B/C.

Oleh karena itu kami sangat menyarankan agar anda bisa mendampingi pacar anda tersebut untuk mengunjungi klinik VCT di tempat terdekat. Untuk di Kota Pontianak dan sekitarnya pelayanan VCT ada di RSK Prov Kalbar, RSUD Dr. Soedarso dan RSU St. Antonius. Di klinik VCT anda bisa mendapatkan informasi dan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penularan HIV AIDS.

Narkotika jenis heroin (putaw) adalah salah satu Napza yang juga marak disalahgunakan. Ia berbentuk serbuk putih, zat ini sangat mudah sekali menembus jaringan otak, sehingga ber-reaksi lebih kuat dan cepat. Ciri-ciri pecandu heroin adalah antara lain: Masa bodoh, tidak peduli dengan sekitar, ingin selalu menyendiri, mudah marah, tidak bersahabat, mata sayu dan mengantuk/tidur, serta badan kurus. Gangguan kesehatan yang terjadi adalah rawan tertular HIV AIDS, Hepatitis B/C, penurunan berat badan, bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian akibat over dosis.

Sdr Y, khusus untuk pengguna heroin jenis putaw, kini telah dikembangkan terapi substitusi yakni dengan menggantikannya dengan zat yang lebih aman dan terkendali. Zat tersebut adalah metadon. Metadon adalah opiat (narkotik) sintetis yang kuat seperti heroin (putaw) atau morfin, tetapi tidak menimbulkan efek ketergantungan yang kuat.

Sebagaimana namanya Terapi Substitusi, maka metadon bukanlah menghilangkan 100% kecanduan, namun mengalihkan dari kecanduan terhadap putaw dengan segala resiikonya, kepada ketergantungan terhadap zat ini yang lebih aman, terpantau dan secara perlahan bisa diturunkan dosisnya. Bahkan diyakini mereka yang secara rutin telah beralih ke metadon bisa menghilangkan ketergantungan terhadap putaw.

Metadon disediakan pada Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM), di Kalbar ada dua tempat, yakni di RSK Prov Kalbar dan RSUD Dr. Soedarso. Pemakaiannya sangat mudah, karena kemasannya berbentuk sirop dan diminum sekali sehari. Namun tetap saja penggunaannya harus benar-benar terpantau jadi klienlah yang datang secara rutin dan langsung meminum di tempat sesuai dengan takaran yang telah ditentukan. Ok sdr Y, silakan mendampingi pacar anda untuk mengikuti program terapi rumatan metadon, kami doakan dia segera pulih. (*)

Sumber: http://www.pontianakpost.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6606