Penderita HIV/AIDS RSD Soebandi Jember 937 Orang
Tanggal: Monday, 18 June 2012
Topik: HIV/AIDS


Gatra, 18 Juni 2012

Jember - Jumlah penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi Jember, Jawa Timur, mencapai 937 orang, dan cenderung mengalami peningkatan.

Koordinator konselor Klinik Voluntary Councelling and Testing (VCT) RSD dr Soebandi Jember, dr Justina Evi SpKj, Senin, mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS cenderung mengalami peningkatan setiap tahun dan pasien tersebut terdeteksi saat melakukan pemeriksaan di klinik VCT.

"Tahun ini jumlah penderita yang terinfeksi HIV/AIDS setiap bulan rata-rata lebih dari 10 orang, padahal tahun lalu tidak sampai 10 orang per bulan, sehingga peningkatan penularan HIV/AIDS di Jember cukup signifikan," paparnya.

Jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 937 pasien tersebut belum termasuk penderita yang terdeteksi di klinik VCT RSD Balung dan Puskesmas Puger karena klinik VCT RSD dr Soebandi Jember hanya melakukan pendataan pasien yang berobat ke rumah sakit setempat.

"Jumlah penderita HIV/AIDS tahun ini sejak Januari-Mei sebanyak 75 orang, dengan rincian Januari ditemukan 13 penderita baru, Februari sebanyak 18 orang, Maret sebanyak 15 orang, April sebanyak 13 orang dan Mei sebanyak 16 orang," paparnya.

Menurutnya, sebagian besar penderita adalah usia produktif dengan usia 20-45 tahun, kemudian peringkat kedua adalah kalangan pelajar dengan usia 15-19 tahun, dengan penularan terbanyak akibat bergonta-ganti pasangan (heteroseksual).

"Saya berharap masyarakat yang berpotensi tertular HIV/AIDS segera memeriksakan diri ke klinik VCT RSD dr Soebandi Jember, agar bisa ditangani lebih dini dan memiliki peluang hidup lebih lama," katanya menjelaskan.

Orang dengan HIV/AIDS atau (ODHA) yang terdeteksi di klinik VCT RSD dr Soebandi sejak Januari-Mei 2012, dua di antaranya adalah anak bawah lima tahun (balita) karena mereka tertular dari ibunya.

"Kedua balita itu terpapar virus HIV/AIDS sudah stadium tiga dan virus yang mematikan itu ditularkan ibu selama masa kehamilan karena ibu yang bersangkutan positif menderita HIV/ADIS," ucap Justina Evi yang juga menjabat Humas RSD dr Soebandi Jember itu.

Ia menjelaskan, balita yang terinfeksi HIV membutuhkan penanganan secara ekstra dari pihak keluarga dan dokter yang menangani, sehingga balita tersebut harus benar-benar mendapatkan perawatan yang intensif.

"Kondisi kekebalan tubuh balita masih belum stabil dibandingkan orang dewasa, sehingga mudah sekali kondisinya memburuk hingga menyebabkan kematian," paparnya. [TMA, Ant]

Sumber: http://www.gatra.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6609