Ampuh! ASI Bisa Bunuh Virus HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 19 June 2012
Topik: HIV/AIDS


INILAH.COM, 18 Juni 2012

Jakarta - Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada seorang bayi memiliki beragam manfaat, salah satunya mencegah penularan HIV/AIDS.

Penelitian terbaru dari University of North Carolina School of Medicine yang melakukan uji coba di tubuh tikus mendapatkan fakta pemberian ASI kepada bayi justru mencegah penularan HIV.

Dilansir Dailymail, Ketua Tim Peneliti Dr Victor Garcia menjelaskan bahwa studi yang dilakukan timnya ini akan memberikan wawasan signifikan dalam kemampuan luar biasa dari ASI untuk menghancurkan virus HIV/AIDS dan mencegah penularannya.

"Tidak ada anak yang harus terinfeksi HIV karena disusui. Menyusui memberikan nutrisi penting dan perlindungan dari infeksi lain, terutama di mana air bersih bagi susu formula adalah langka," jelas Garcia.

Penelitian ini akan membuktikan bagaimana HIV/AIDS ditularkan kepada bayi dan anak-anak meskipun efek perlindungan dari susu akan membantu mencegah penularan virus tersebut.

Dalam penelitian itu Dr Garcia bersama timnya melakukan uji coba kepada tikus yang diimplan sumsum tulang belakang, hati, dan jaringan timus manusia. Tikus ini tidak memiliki sistem imun sendiri.

Lalu tikus yang diimplan tadi membangun sistem imun manusia yang berfungsi normal dan bisa terpapar HIV seperti manusia normal.

Para peneliti kemudian memberikan ASI dari ibu yang negatif HIV kepada tikus tersebut, dan hasilnya virus itu tidak menular kepada tikus tersebut.

"Ini karena ASI bisa menolak sepenuhnya transmisi dua bentuk HIV yang ditemukan di ASI ibu positif HIV, yaitu partikel virus dan sel-sel yang terinfeksi virus," ungkap Gracia.

Temuan ini membantah hipotesis yang menyebutkan bahwa HIV yang terdapat di sel-sel tubuh akan lebih sulit dibunuh oleh sel imun daripada HIV yang berada di partikel virus, tambah Gracia.

Tak hanya itu, penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal online perpustakaan umum ilmu patogen juga menyebutkan hal yang sama.

Penulis utama Dr Angela Wahl menambahkan bahwa hasil penelitian yang dilakukan sangat penting karena mereka bisa menunjukkan bahwa ASI benar-benar dapat menutup transmis oral kedua bentuk HIV yang ditemukan dalam ASI dari ibu yang terinfeksi.

"Ini membantah hipotesis yang mengatakan bahwa HIV dalam sel lebih keras kepala terhadap pertahanan tubuh sendiri bawaan dari HIV dalam partikel virus," tambah Angela.

Dengan hasil ini, para peneliti meyakini bahwa pemberian ASI bukan hanya merupakan asupan nutrisi yang terbaik bagi bayi tapi juga upaya pencegahan penularan HIV yang sangat prospektif. [mor]

Sumber: http://gayahidup.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6610