Penyebaran AIDS Menakutkan
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: Narkoba


Metrotvnews.com, 20 Juni 2012

SEBAGAI Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, sangatlah wajar apabila Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi sangat peduli kepada penyebaran AIDS di Indonesia. Tingkat penularannya begitu cepat dan ini tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu tidak keliru apabila perlu ada langkah segera yang ditempuh. Langkah yang ada dalam kewenangan seorang Menteri Kesehatan adalah bagaimana membatasi tingkat penularan AIDS di tengah masyarakat.

Dari hasil kajian selama ini diketahui bahwa penularan kebanyakan terjadi kelompok yang rentan. Kelompok masyarakat yang muda usia seringkali tidak paham akan risiko yang dihadapi. Mereka ini harus dilindungi dari penularan AIDS.

Langkah segera yang bisa dilakukan adalah mengingatkan kelompok yang rentan ini untuk tidak sembarangan dalam berhubungan badan. Kalau pun mau melakukan hal itu, maka harus menggunakan kondom.

Salahkah apa yang disampaikan Menteri Kesehatan itu? Sekali lagi dalam wilayah kewenangannya, itulah yang bisa dilakukan seorang Menteri Kesehatan. Oleh karena itu tidak ada yang salah dalam pernyataaan yang ia sampaikan di depan Komisis Kesehatan DPR.

Aneh jika oleh anggota DPR hal itu dianggap bahwa kampanye penggunaan kondom Menteri Kesehatan itu dianggap sebagai legalisasi perbuatan seks. Ibarat sebuah rumah yang sedang kebakaran, yang harus kita lakukan adalah bagaimana mematikan api yang sedang berkobar.

Bahwa ada persoalan moral dan persoalan pendidikan tentang alat reproduksi kepada para remaja yang harus dilakukan, tentunya Menteri Kesehatan tidak keberatan. Penanganan penyebaran AIDS bukan hanya persoalan Kementerian Kesehatan saja dan itu tidak mungkin ditangani secara sektoral saja.

Harus ada langkah yang dilakukan secara lintas sektoral dan meliputi banyak kementerian. Untuk persoalan moral itu tentunya merupakan tanggung jawab dari Kementerian Agama, sementara tugas pendidikan soal alat reproduksi kepada para remaja itu merupakan tugas Kementerian Pendidikan.

Namun sekali lagi soal penyebaran AIDS yang sedang terjadi harus ada tindakan yang segera. Perlu ada langkah nyata untuk melindungi masyarakat agar tidak mudah tertular AIDS yaitu dengan menghindarkan diri dari penggunaan narkoba dan menggunakan kondom ketika berhubungan badan.

Kita tidak boleh bersifar permisif dan seolah-olah tidak terjadi apa-apa di tengah masyarakat. Kenyataannya hubungan seks di antara kalangan remaja begitu tinggi dan selama ini tidak ada langkah yang nyata untuk mengendalikannya, karena kita selalu berpura-pura tidak tahu.

Sikap yang ditunjukkan sebagian anggota DPR merupakan cerminan kepura-puraan itu. Oleh karena kita tidak mencoba melihatnya secara komprehensif, maka tanggapan yang disampaikan menutupi fakta yang ada. Kalau sikap anggota DPR seperti itu, maka kita pantas khawatir akan penyebaran AIDS di tengah masyarakat.

Sungguh aneh apabila langkah yang ditawarkan Menteri Kesehatan dilihat sebagai upaya legalisasi dari hubungan di luar nikah. Menteri Kesehatan justru sangat peduli akan nasib anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh dibiarkan menjadi korban AIDS.

Bahwa penggunaan kondom bukan satu-satunya langkah penyelesaian persoalan, tentu kita setuju. Usulan yang lalu disampaikan DPR bukan menentang kampanye penggunaan kondom, tetapi langkah komprehensif penanganan AIDS.

Kita sangat setuju bahwa yang tidak kalah penting adalah pendidikan moral kepada anak-anak. Namun itu langkah yang berjangka panjang dan baru nanti dirasakan hasilnya. Sementara itu kita harus melakukan langkah yang nyata agar hasilnya bisa segera kita rasakan.

Harapan kita persoalan yang substansial harus menjadi perhatian dari persoalan yang sensasional. Jangan sampai kita salah dalam melihat persoalan, sehingga akibatnya kita lepas dalam menangani persoalan yang paling mendesak yakni mengendalikan penyebaran penyakita AIDS di Tanah Air ini.

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6622