Tim Pokja KP AIDS Bengkalis Diusir Warga Lokalisasi Semunai
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: Narkoba


Tim Pokja KP AIDS Bengkalis diusir oleh warga Lokalisasi Semunai, Kecamatan Pinggir. Padahal kehadiran mereka di sana hanya untuk mengecek kesehatan para PSK di tempat itu.

Riauterkini, 21 Juni 2012

DURI – Niat baik ternyata tidak selamanya diartikan baik juga oleh seseorang. Itulah yang dialami oleh rombongan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Komisi Penanggulangan (KP) AIDS Kabupaten Bengkalis. Mereka diusir dari Lokalisasi Semunai, Kecamatan Pinggir. Padahal kehadiran mereka di sana hanya untuk mengecek kesehatan para pekerja seks komersial (PSK) di sana.

Peristiwa pengusiran itu terjadi Kamis (21/6/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Tanpa alasan jelas oknum pengurus Lokalisasi Semunai itu menghalau Tim Pokja KP AIDS Bengkalis. Tim yang berjumlah sembilan orang tersebut terdiri dari Tim Voluntary Conseling and Testing (VCT), 5 petugas medis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duri, 3 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) 3 orang dan seorang dari Yayasan Permata Shifa.

“Niat kami baik, kok dibuat seperti ini. Padahal yang akan merasakan manfaatnya nanti penghuni kompleks sendiri karena selama ini sumber penyakit kelamin mematikan berasal dari kompleks ini kebanyakan,” keluh salah seorang pengurus Pokja KPA Bengkalis, Wan Indra.

Ditambahkan Wan Indra, padahal jauh jauh hari sebelum dirinya dan Tim Pokja akan turun kelapangan sudah melayangkan surat pemberitahuan akan kegiatan tersebut.”Jauh jauh hari sebelum kegiatan ini kita laksanakan, kita sudah melayangkan surat kok, tapi kok seperti ini kejadiannya,” cetusnya.

Dia mengaku, setiap kali diundang untuk rapat, pengurus lokalisasi semunai ini tidak pernah mau datang. “Sebenarnya apa sih maunya pengurus disini. Untuk kedepannya kami meminta agar Pemerintah Kecamatan Pinggir membentuk suatu Tim Yustisi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,”tambahnya.

Hal senada juga diungkapkanKetua Yayasan Peduli AIDS Permata Shifa, Ratna Amk. Disebutkannya, Pemerintah Kecamatan Pinggir hendaknya lebih aktif dalam membantu program KPA yang sedianya adalah perpanjangan tangan KPA Propinsi dalam menanggulangi penularan pengakit kelamin mematikan tersebut.

”Seharusnya Pemerintah Kecamatan lebih pro aktif dalam membantu program Pemerintah ini dan kami minta kejadian seperti ini jangan terulang kembali,”pintanya.

Di tempat terpisah, Camat Pinggir Kasmarni saat dikonfirmasi riauterkini.com menjelaskan bahwasannya kejadian pengusiran tersebut terjadi hanya karena masalah koordinasi saja. Tim Pokja KPA sama sekali tidak berkoodinasi dengan pihak Kecamatan saat turun kelokalisasi tersebut.

“Masalahnya hanya koordinasi saja, Tim Pokja KPA tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada kita jika akan turun kelokalisasi Semunai, wajar sajalah jika penghuninya terkejut lantas mengusir. Seharusnya kan beritahu kita dulu, barulah kita akan surati ketua kompleks. Jadi semuanya ada aturan mainnya,”jelas Kasmarni.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kompleks lokalisasi Semunai di Kecamatan Pinggir tersebut dapat dikonfirmasi terkait aksi pengusiran yang dilakukan terhadap Tim Pokja KPA Kabupaten Bengkalis yang berniat mengambil sampel darah wanita penghibur yang menghuni kompleks tersebut. ***(hen)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6626