Nasional Penggunaan Kondom di NTB 13.500 Pertahun
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: Narkoba


VIVAnews, 21 Juni 2012

Penggunaan alat kontrasepsi kondom bagi pasangan usia subur di Provinsi Nusa Tenggara Barat selalu melampaui target. Setiap tahunnya, penggunaan kondom di NTB mencapai 13.500 kondom. Kondom tersebut didistribusikan ke sejumlah Kabupaten/Kota di NTB.

Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, Sukardi, mengatakan penggunaan alat kontrasepsi itu dilakukan untuk mengatur angka kelahiran.

"Penggunaan kondom di NTB selalu melampaui target. Kondom itu digunakan oleh pasangan usia subur bukan untuk remaja," kata Sukardi kepada wartawan di Mataram, Kamis 21 Januari 2012.

Penggunaan kondom, lanjut Sukardi juga disosialisasikan untuk mencegah penularan penyakit HIV/AIDS. Maka itu Komisi Penanggulangan Aids (KPA) NTB juga gencar mengkampanyekan penggunaan kondom.

Sedangkan untuk remaja, BKKBN NTB telah membentuk pusat informasi dan konseling kesehatan reproduksi bagi remaja. Termasuk bahaya penularan HIV/AIDS serta penyalahgunaan narkoba.

Sukardi mengatakan penggunaan alat kontrasepsi itu juga sangat berpengaruh terhadap laju pertumbuhan penduduk NTB. Menurutnya berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan Badan Pusat Statistik dalam 10 tahun terahir sejak tahun 2000 pertumbuhan penduduk NTB menurun dari 1,75% menjadi 1,17% pada 2010.

"Penurunan pertumbuhan penduduk NTB itu lebih baik dibanding angka Nasional yang mencapai 1,49% pada 2010," ujar Sukardi.

Penggunaan kondom bagi kalangan beresiko menuai kontroversi menyusul kampanye penggunaan kondom bagi kalangan beresiko oleh Menteri Kesehatan Nafisah Mboi.

Sejumlah kalangan mencemaskan program kampanye penggunaan kondom itu sehingga memicu kontroversi. Di antara yang tidak setuju dengan program itu mengkhawatirkan hal itu justru merestui perzinahan.

Kondom Perempuan

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya mensosialisasikan penggunaan kondom untuk perempuan. Sosialisasi dilakukan untuk mencegah penularan virus HIV/AIDS.

Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids NTB Soeharmanto mengatakan, kondom perempuan yang diterima KPA NTB dari KPA pusat sebanyak 14.000 buah. Padahal KPA NTB tidak pernah meminta kondom perempuan itu.

Meski begitu saat ini KPA NTB berupaya menyosialisasikan penggunaan kondom perempuan itu ke sejumlah Kabupaten/Kota di NTB.

"Kami menerima 14.000 kondom perempuan dari KPA pusat. Saat ini kami masih menyosialisasikan penggunaan kondom itu kepada kelompok beresiko tinggi di NTB," kata Soeharmanto kepada VIVAnews, Kamis 21 Juni 2012.

Soeharmanto mengatakan sebanyak 4000 kondom perempuan itu sudah didistribusikan ke sejumlah Kabupaten/Kota seperti ke Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur. Namun peminat kondom perempuan tersebut tidak banyak terutama wanita pekerja seks (WPA). Sisanya sebanyak 10 ribu kondom perempuan masih disimpan di gudang Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB.

Menyikapi hal itu, KPA NTB tetap berupaya menyosialisasikan penggunaan kondom perempuan itu. Padahal sebelumnya KPA NTB berencana mengembalikan kondom perempuan itu. Bahkan pada tahun 2012 NTB tidak lagi memperoleh pasokan kondom perempuan dari KPA pusat.

"Awalnya hendak dikembalikan, tapi kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kabupaten/Kota se NTB dan akan berupaya menyosialisasikan penggunaan kondom perempuan tersebut," ujar Soeharmanto.

Sementara itu Kepala BKKBN NTB Sukardi membenarkan jika terdapat kondom perempuan yang merupakan titipan KPA NTB yang disimpan di gudang BKKBN. Meski begitu, BKKBN belum memprioritaskan sosialisasi cara penggunaan kondom perempuan itu. Alasannya sosilisasi itu membutuhkan teknik penggunaan yang perlu keterampilan.

"Karena tehnik penggunaan kondom perempuan itu memerlukan keterampilan dan perlu konsultasi sehingga sosialisasinya belum diprioritaskan," kata Sukardi. (eh)

Sumber: http://nasional.vivanews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6627