Target Kampanye Kondom untuk Pasutri Berisiko Tinggi
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: Narkoba


detikNews.com, 23 Juni 2012

Jakarta, Wakil Ketua Komisi IX DPR Nova Rianti Yusuf yakin kampanye sosialisasi kondom bukan dititikberatkan untuk pengenalan kondom untuk remaja. Tapi untuk pencegahan penularan HIV/AIDS yang lebih kompleks.

"Pada hari AIDS nasional dirilis bahwa penyebab utama HIV/AIDS berdasarkan survei adalah akibat hubungan seks risiko tinggi, bukan lagi penasun (pengguna narkoba suntik). Dan angka pada ibu rumah tangga DKI meningkat akibat penularan, karena itu dipakailah kampanye kondom untuk pasutri (pasangan suami istri). Karena itu target menkes ke pasutri yang berisiko tinggi. Jangan dipelesetkan karena malah membahayakn remaja akibat mispersepsi," kata Nova kepada detikcom, Sabtu (22/6/2012).

Dia pun mengajak semua kalangan untuk mendukung program-program Menkes tersebut. Dengan tidak memutarbalikkan isu yang justru mengkhawatirkan masyarakat.

"Penanggulangan HIV/AIDS adalah kewajiban moral rakyat Indonesia tak terkecuali tetapi harus ada skala prioritas. KPAI (perlindungan anak) pernah merilis bahwa angka infeksi HIV/AIDS tinggi sekali pada remaja sehingga inkubasi dimulai pada usia remaja. Upaya Ibu Menkes terhadap remaja no drugs no free sex, bukan pakai kondom dan free sex,"tandasdnya.

Sebelumnya diberitakan Menkes Nafsiah Mboi sebelumnya menyampaikan perlu ditingkatkannya pendidikan agama dan pendidikan kesehatan reproduksi untuk melindungi para remaja dari perilaku seks berisiko. Juga dengan kampanye ABAT (Aku Bangga Aku Tahu) dengan target usia 15-24 tahun.

Menkes mendorong penggunaan kondom untuk kelompok seks berisiko, tak terkecuali remaja yang terlibat perilaku seks berisiko. Namun bukan berarti Menkes akan bagi-bagi kondom gratis kepada remaja.

Menkes menjelaskan dewasa ini pengidap HIV/AIDS meningkat, demikian pula penderita penyakit kelamin. Hal ini ditengarai karena meningkatnya seks berisiko. Kegiatan ini bisa dipicu oleh pendidikan agama yang tidak cukup kuat, iman yang tidak cukup kuat, dan beredarnya VCD porno di mana-mana, serta stimulan untuk meningkatkan kegairahan seks.

Sumber: http://news.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6632