Gerakan Mahasiswa Peduli Narkotika diresmikan
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: Narkoba


ANTARA News, 24 Juni 2012

Jakarta - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Peduli Narkotika (PP GMPN) secara resmi dikukuhkan di Jakarta, Minggu, yang dimaksudkan untuk membantu menanggulangi penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) di Indonesia.

"Indonesia saat ini dinilai dalam keadaan darurat, karena diduga lima juta orang mengkonsumsi narkoba, serta narkoba menjadi penyebaran virus HIV/AIDS dan diperkirakan sekitar 5.000 jiwa meninggal secara sia-sia setiap tahun akibat narkoba, sehingga Indonesia akan kehilangan generasi," kata Nuzran Joher, pendiri dan Sekretaris Dewan Pembina Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Peduli Narkotika (GMPN) saat acara deklarasi dan pelantikan PP GMPN Jakarta.

Dalam keterangan tertulisnya, Nuzran mengatakan, Undang-undang tentang Narkotika yang ada hendaknya diperbarui untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba. Namun, sampai saat ini, narkoba belum bisa berkurang atau dimusnahkan, bahkan angka penyalahguna narkoba menunjukkan grafik yang meningkat.

"Sindikat kejahatan narkoba (exstra ordinary crime) sudah menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasar narkoba internasional," kata Nuzran.

Selain itu, "slogan Indonesia bebas narkoba pada 2015 harus segera diwujudkan, sementara pemakai narkoba semakin meningkat. Kebijakan Negara tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), diharapkan ikut mewujudkan Indonesia bebas narkoba pada 2015.

"Oleh sebab itu, Gerakan Mahasiswa Peduli Narkotika (GMPN) berdiri untuk membantu Negara dan masyarakat dalam menyelesaikan persolan-persoalan dampak negatif narkoba," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PP GMPN Hj Indrawati Sukadis yang juga anggota Komisi IX DPR RI menyatakan, kekhawatiran terhadap narkotika bukan lagi "phobia belaka", sehingga berdirinya GMPN ditujukan untuk mencegah terjebaknya pengguna Narkotika yang baru.

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Ketua Dewan Penasehat PP GMPN Melani Leimena Suharli (Wakil Ketua MPR RI), Wakil Ketua Dewan Penasehat PP GMPN Taufik Kurniawan (Wakil Ketua DPR RI), serta 300 orang perwakilan mahasiswa dan pelajar se-Jabotabek .

Diwawancarai di tempat terpisah, Ketua Pendiri LBH Kesehatan, Iskandar Sitorus menyampaikan, model baru kepedulian terhadap peminimalan sebaran narkotika di Indonesia harus dilakukan dengan lebih keras sepanjang sesuai dengan hukum oleh masyarakat. Karena sudah sangat luar biasa mencekam dan berbahayanya sebaran Narkotika.

"GMPN harus lebi tegas dari frame nya yang sekarang agar tidak menjadi seperti gerakan-gerakan yang lain," ujarnya.(*)

Sumber: http://www.antaranews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6637