Menkes Bantah Bagi-bagi Kondom
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: Narkoba


PRLM, 25 Juni 2012

JAKARTA - Menkes Nafsiah Mboi membantah jika kementeriannya melakukan aksi bagi-bagi kondom. Ia mengatakan bahwa kementeriannya memang melakukan kampanye penggunaan kondom bagi pelaku seks beresiko tinggi tertular HIV AIDS dan penyakit kelamin menular lainnya. Sasaran program itu adalah berusia 15-24 tahun terutama di tempat-tempat pelacuran, panti pihat, tempat pariwisata yang diketahui banyak terdapat hubungan seks beresiko tinggi.

"Semua orang disitu tahu kok banyak terjadi itu, asal kita tidak menutup mata, kita tahu bahwa itu terjadi," ujarnya sebelum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPR dengan Kemkes di Ruang Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (25/6/12).

Menurut dia, kurang lebih 34 persen pekerja seks komersial di tempat pelacuran itu berusia 15-24 tahun. Mereka menjadi pekerja seks oleh karena dilacurkan, di-trafficking, atau dibujuk, dan sebagainya. Sementara, kurang lebih 45 persen dari 8 juta laki-laki pembeli layanan seks komersial itu berusia di bawah 25 tahun.

Menurut dia, mereka berhak mendapat informasi dan layanan agar tidak tertular dan menularkan penyakit HIV AIDS serta penyakit kelamin menular lainnya. Ia juga membantah telah membagi-bagikan kondom di sekolah. Upaya pencegahan penularan penyakit HIV AIDS di sekolah-sekolah dilakukan dengan cara penyuluhan kesehatan reproduksi, bahaya narkotika, obat perangsang dengan pendekatan ilmu keagamaan dan moral.

Seperti diberitakan, Menkes Nafsiah Mboi disoroti sejumlah anggota DPR dan beberapa elemen masyarakat yang menolak program Kemkes untuk membagi-bagian kondom kepada remaja berusia 14-25 tahun. Program tersebut dianggap dapat melegitimasi perilaku seks bebas dan menurunkan moral anak remaja. (A-156/A-88)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6639