Menkes: HIV/AIDS Tinggi karena Pria Doyan Jajan Seks
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: HIV/AIDS


Suaramerdeka.com, 25 Juni 2012

JAKARTA - Risiko penyebaran HIV dan AIDS di Indonesia masih tinggi. Bahkan jumlah kasus HIV-AIDS dalam lima tahun terakhir cenderung meningkat. Salah satu penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap seks berisiko.

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, mengatakan tingginya penularan HIV dan AIDS disebabkan karena banyaknya pria dewasa yang memelihara kebiasaan 'belanja' seks dan kurangnya penggunaan kondom. Bahkan menurutnya, dari 240 juta penduduk, sebanyak 3,1 juta pria membeli seks.

Hal ini dikatakan Nafsiah saat rapat dengar pendapat dengan Komisi Kesehatan DPR di komplek parlemen Senayan, Senin (25/6). "Perilaku negatif ini menyebabkan 1,6 juta penduduk menikah dengan pria berisiko menderita HIV dan AIDS," ungkapnya.

Masih tingginya risiko penyebaran HIV dan AIDS ini, kata Nafsiah, menjadi salah satu alasan pentingnya kampanye penggunaan kondom di masyarakat. Selain kampanye penggunaan kondom, Kementerian juga meningkatkan program sosialisasi kesehatan reproduksi dalam kurikulum sekolah.

Menurutnya, tanpa peningkatan program yang tepat, maka pada 2014 jumlah Orang dengan HIV AIDS (Odha) bisa mencapai 648.322 dan meningkat menjadi 1,8 juta pada 2025.

Program promosi kondom, kata Nafsiah, hanya dilakukan secara terbatas melalui kerja sama masyarakat, LSM, tokoh masyarakat, dan perusahaan melalui program di tempat kerja. "Kami tidak pernah merencanakan bagi-bagi kondom pada remaja," tandas Nafsiah.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6642