Terungkap, Rahasia Pembunuh Alami HIV
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 25 Juni 2012

PARA ilmuwan menegaskan Minggu, mereka menemukan jawaban penting dalam teka-teki tentang mengapa minoritas kecil individi yang terinfeksi HIV memiliki suatu kemampuan alami untuk melawan virus maut penyebab AIDS itu. Dalam sebuah studi yang mereka sebut menjanjikan harapan bagi penemuan sebuah vaksin HIV, para periset dari empat negara melaporkan rahasia tadi terletak bukan pada jumlah sel pembunuh infeksi yang dimiliki seseorang melainkan pada seberapa baik sel-sel itu bekerja.

Hanya kira-kira satu dari 300 orang memiliki kemampuan untuk mengendalikan virus human immunodeficiency (HIV) tanpa pakai obat, melainkan dengan menggunakan turunan dari sel-sel "killer" (pembunuh) bernama sel cytotoxic T lymphocyte (CTL), yang ditemukan riset terdahulu.

Lebih memajukan temuan riset tersebut, para ilmuwan dari AS, Kanada, Jepang dan Jerman melaporkan bahwa turunan tersebut memiliki molekul-molekul bernama receptor yang lebih mampu mengidentifikasi sel-sel darah putih yang terinfeksi HIV untuk melakukan serangan.

Hingga kini, sudah diketahui luas bahwa orang dengan HIV "memiliki sangat banyak sel killer ini," ujar Bruce Walker, pakar penyakit menular dari Ragon Institute di Massachusetts, kepada AFP.

"Sejak itu kami terus menggaruk-garuk kepala, seraya tertanya bagaimana orang terkena AIDS, padahal ada sel pembunuh dalam jumlah begitu banyak. Ternyata ada suatu kualitas khusus yang membuat mereka (sejumlah sel) lebih mampu untuk membunuh."

Penelitian itu meneliti 10 orang terinfeksi, yang lima dari mereka menggunakan obat antiretroviral untuk mengendalikan HIV sedangkan lima lainnya disebut pengontrol elit yang tetap sehat secara alami.

HIV membunuh suatu jenis sel darah putih bernama CD4, sehingga membuat penderita AIDS sangat terbuka lebar terhadap berbagai infeksi oportunistis dan berpotensi mematikan.

"Apa-apa yang kami temukan adalah cara sel-sel pembunuh itu mampu melihat sel-sel terinfeksi dan memperlakukannya dengan cara berbeda," ujar Walker.

"Anda tidak hanya membutuhkan sel pembunuh, tapi juga memerlukan sel pembuh dengan suatu receptor (sel T) yang sangat handal mengenali sel yang terinfeksi. Ini memberi kita suatu cara untuk memahami apa saja yang membuat sel pembunuh betul-betul jadi hebat."

Walker mengatakan, berbagai upaya menciptakan vaksin-vaksin sebegitu jauh menemui kegagalan karena receptor cel T yang dihasilkan bukan tipe yang efisien.

Namun kalau riset itu sebegitu jauh telah menunjukkan kepada para ilmuwan cara-cara menemukan dan mengukur sel-sel pintar itu, mereka masih belum tahu cara menghasilkannya.

"Langkah berikutnya adalah mencari tahu tentang esensi receptor-receptor yang memberinya kemampuan tersebut," urai Walker.

"HIV telah menyingkap satu lagi tentang rahasia-rahasianya dan itu mengenai cara badan memiliki kemampuan mengendalikan virus itu secara efektif pada invidu-individu tertentu.

"Masing-masing rahasia yang diungkapkan HIV kini menempatkan kami pada posisi yang lebih baik untuk kelak membuat suatu vaksin guna mengendalikan virus tersebut."

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6647