Kebijakan Pemberian Kondom Dilematis
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: Narkoba


okezone.com, 26 Juni 2012

JAKARTA - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Mariah Ulfah, menyatakan, agar tidak terjebak dengan kontroversial polemik boleh tidaknya penggunaan kondom oleh remaja, maka Kementrian Kesehatan seharusnya membuat kebijakan secara menyeluruh.

Kebijakan pembagian kondom, dinilai Mariah memang tepat jika diberikan kepada orang yang berisiko tinggi terkena atau menularkan HIV Aids. Namun, tidak tepat bagi yang tidak berisiko tinggi. Terlebih remaja yang belum pernah berhubungan seks, mengingat yang diberikan kondom gratis itu remaja berusia 14 sampai 24 tahun.

"Sangat delematis, di satu sisi pemberian kondom memang diperlukan bagi mereka yang berisiko tinggi dalam penyebaran HIV AIDS. Namun, di sisi lain ini akan memicu remaja yang tidak berisiko tinggi, menggunakan kondom dan melakukan hubungan seks," jelas Mariah saat berbincang dengan Okezone, Senin (25/6/2012).

Kemenkes, lanjut Mariah harus membuat pemetaan lokasi penyebaran kondom di Indonesia, khususnya di Jakarta. Sehingga, dapat dikategorisasi peredaran HIV/AIDS yang tinggi. "Untuk daerah atau lokasi yang tidak berisiko tinggi tidak perlu terlalu intensif memberikan kondom," terangnya.

Mariah merasa keberatan dengan solusi yang dipaparkan Nafsiah Mboi, Mentri Kesehatan yang baru, bahwa kondom merupakan sarana mencegah peredaran HIV/AIDS.

"Saya kurang setuju dengan kondom sebagai satu-satunya langkah untuk mengatasi HIV. Para remaja baik yang berisiko atau yang tidak sebaiknya diberikan konseling sehingga bisa diatasi dari hulu hingga hilir," simpulnya.

Sumber: http://news.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6649