Program Pemberian Kondom Tak Istimewa
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: Narkoba


okezone.com, 26 Juni 2012

JAKARTA - Pengamat komunikasi politik Universitas Padjajaran, Dedy Mulyana, mengatakan, kebijakan pemberian kondom yang akan dilakukan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, untuk mencegah penyebaran HIV Aids bukanlah hal baru dan istimewa karena sebelumnya pun sudah ada protes terkait hal serupa.

"Saya kira masalah interpretasi ini menyangkut hal-hal yang sensitif sehingga kritik keras dari DPR keluar," jelas Dedy kepada Okezone, Senin (25/6/2012).

Kemudian, kata Dedy pernyataan 'Menteri Kondom' dari salah satu anggota Komisi IX DPR RI terhadap Nafsiah Mboi itu sebenarnya dilontarkan di ranah politik. "Sehingga, itu bisa dikategorikan sebagai kritik politik," tegasnya.

Pengamat politik ini menilai, kebijakan pemberian kondom itu bukan sebuah gebrakan program baru dan seharusnya tidak hanya melakukan sosialisasi kondom untuk mencegah penyebaran HIV/Aids. Sebab, penyakit yang tidak ada obatnya dan menyebabkan kematian ini tidak bisa diatasi semua dengan kondom.

Dedy mengamati, kebijakan Nafsiah Mboi terkesan dibesar-besarkan dan seharusnya sebagai Menteri Kesehatan yang baru bisa membuat kebijakan atau program kesehatan bagi masyarakat yang lebih penting.

"Terlihat fenomenal karena yang bicara mentri jadi seolah di blow up. Seharusnya, Menkes bisa mencari hal-hal yang lebih penting," tandasnya.

Sumber: http://news.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6650