Cara Kerja Khitan Dalam Mencegah Penularan HIV/AIDS
Tanggal: Tuesday, 26 June 2012
Topik: HIV/AIDS


sidomi.com, 26 Juni 2012

Sunat atau khitan sudah menjadi bagian dari budaya di Indonesia. Dalam aturan Islam, khitan menjadi salah satu tuntunan yang harus dilaksanakan pemeluknya, baik pria maupun wanita. Hanya saja dalam perkembangan sekarang, pria yang lebih dominan untuk menjadi pelaku khitan.

Awalnya, tindakan bedah yang disebut sirkumsisi ini dianggap melanggar hak asasi manusia oleh banyak pihak, terutama pihak barat. Namun, setelah banyak ilmuwan meneliti tentang khitan, justru tindakan bedah tersebut memiliki manfaat dalam mencegah penyakit kelamin termasuk HIV/AIDS.

Begini kronologisnya. Pria yang belum dikhitan memiliki sel Langerhans dalam jumlah banyak dan padat. Sel ini terletak pada kulit kulup penis sebelah dalam, sewaktu kulit tersebut belum dikhitan. Nah, bibit penyakit kelamin termasuk HIV/AIDS bisa dengan mudah memasuki tubuh melalui sel Langerhans ini. Penularan terjadi lewat hubungan seksual dengan orang lain, yang membawa bibit penyakt kelamin tersebut.

Sementara itu, menurut sebuah studi di Australia, pembuangan ujung kulup penis bisa menghilangkan bagian yang cukup mudah dimasuki oleh bibit penyakit. Ini yang membuat khitan mampu mengurangi risiko penularan penyakit kelamin ke dalam tubuh, dengan meminimalkan jumlah sel Langerhans yang ada di kulit kulup penis.

Namun, perlu dicatat, khitan hanya mengurangi risiko dan bukan mencegah secara total terhadap penyakit kelamin. Kalau seseorang tetap saja melakukan aktivitas seksual berisiko tinggi, kemungkinan terkena HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya masih bisa terjadi.

Di samping itu, orang yang kulit ujungnya dikhitan, tidak mengurangi kenikmatan dalam aktivitas bercinta. Bahkan, itu bisa mengurangi terjadinya cedera selama melakukan seks. Misalnya pendarahan, tergores, teriris, dan sensasi perih.

Sumber: http://sidomi.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6652