Menurut Sebuah Laporan GCDP ''Perang Lawan Narkoba'' Memicu Epidemi HIV
Tanggal: Thursday, 28 June 2012
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 28 Juni 2012

SEBUAH kelompok penekan yang disokong enam mantan presiden mendesak PBB, Selasa, agar mengakui bahwa "penegakan hukum secara represif" malah memicu suatu epidemi HIV/AIDS. "Perang melawan narkoba" global memaksa para pemakai menjauh dari pengobatan dan memasuki lingkungan yang tinggi tingkat risiko terkena HIV, papar Global Commission on Drug Policy (GCDP).

Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan Selasa, panel tadi mendesak PBB agar "mengakui dan mengatasi berbagai hubungan sebab akibat antara perang melawan narkoba dengan penyebaran HIV/AIDS dan kekerasan di pasar obat berbahaya".

Laporan tadi juga menyebutkan bukti bahwa kebijakan penegakan hukum secara represif justru menimbulkan berbagai kendala terhadap penanganan HIV.

"Berbagai implikasi kesehatan publik dari kacaunya penanganan HIV akibat taktik penegakan hukum terhadap narkoba belum diakui sebagaimana mestinya sebagai kendala besar terhadap upaya-upaya mengendalikan wabah HIV/AIDS global," ungkap laporan tadi.

GCDP merupakan sebuah panel terdiri atas para politisi, penulis dan pengusaha yang mendukung langkah untuk mendekriminalisasi penggunaan narkoba oleh mereka yang "tidak mencelakai orang lain".

Para anggota GCDP termasuk enam mantan presiden, empat berasal dari Amerika Latin: Ernesto Zedillo dari Meksiko, Fernando Henrique Cardoso asal Brazil, Ricardo Lagos dari Chili dan Cesar Gaviria dari Kolombia.

Gaviria sedang berkuasa di Kolombia ketika polisi menembak mati gembong narkoba ganas Pablo Escobar pada 1993.

Para pendukung lain termasuk mantan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Javier Solana dan George Shultz, yang menjabat menteri luar negeri AS semasa kepresidenan Ronald Reagan.

Laporan tadi menuduh Amerika Serikat, Rusia dan Thailand tidak menggubris bukti ilmiah tentang hubungan antara kebijakan penegakan hukum dan level HIV "dengan berbagai konsekuensi menghancurkan."

Meningkatnya ketersediaan narkoba di seluruh dunia membuktikan bahwa strategi itu mengalami kegagalan, imbuh laporan tersebut.

"Perang melawan narkoba telah gagal, dan jutaan infeksi HIV baru dan kematian-kematian akibat AIDS dapat dihindarkan jika tindakan diambil sekarang," simpul laporan tadi. (afp/bh)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6666