FPI: Menkes Baru Usung Kampanye Sesat!
Tanggal: Thursday, 28 June 2012
Topik: Narkoba


okezone.com, 28 Juni 2012

DEPOK - Front Pembela Islam (FPI) mengecam kampanye penggunaan kondom oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang baru saja dilantik. Menurut FPI, kebijakan Menkes hanya melihat statistik penyebaran penyakit dengan hubungan heteroseksual.

Dalam rilisnya yang dikirimkan Ketua FPI Kota Depok Habib Idrus Al Gadhri kepada wartawan, Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab mengatakan secara tidak langsung, upaya melegalkan perzinahan ini dinilai sangat keterlaluan.

Betapa tidak, kata dia, penduduk Indonesia yang mayoritas muslim seharusnya mendapat perlindungan dari pemerintah terkait hal-hal yang merusak moral dan akhlak, bukan malah menambah peluang untuk berzina.

“Dalam mengambil keputusan, Menkes baru ini seakan menutup mata dan telinga dengan kenyataan yang ada. Perzinahan seks bebas dilarang dalam ajaran agama Islam, seharusnya Menkes memahami kondisi tersebut sehingga tidak serampangan mengambil keputusan. Tentu saja rencana Menkes tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan umat Islam,” kata Rizieq dalam rilis yang dikirimkan kepada Okezone, Rabu (27/06/12) malam.

Menurut Rizieq, pola pikir Menkes sudah mengacu pada pola liberal. Menkes dinilai hanya melihat statistik saja tidak melihat moralitas, padahal persoalan ini juga menyangkut moral. Artinya, kampanye itu sama saja membebaskan hubungan seks karena ada kondom.

"Menkes RI yang baru, Nafsiah Mboi, adalah menteri dengan pola pikir liberal, karena baru saja jadi menteri sudah bikin heboh dengan kampanye kondom bagi remaja yang belum menikah, dengan dalih untuk cegah AIDS dan cegah kehamilan di luar nikah”, ujarnya.

Rizieq menegaskan maksud Menkses ini agar para remaja yang melakukan hubungan seks dini, tanpa menikah, aman saat berhubungan seks. Dengan kata lain, aman berzina, tanpa berisiko tertular penyakit HIV/AIDS. Cara mengatasi Aids seperti itu menurut Habib Rizieq merupakan propaganda zina dikalangan remaja sekaligus kampanye pembodohan.

“Ini adalah kampanye penyesatan, karena merupakan propaganda zina di kalangan remaja. Juga merupakan kampanye pembangkangan karena melanggar Undang-Undang yang melarang pemberian alat kontrasepsi kepada yang belum menikah, sekaligus merupakan kampanye pembodohan, karena ukuran Virus HIV penyebab AIDS jauh lebih kecil dari pada ukuran pori-pori kondom, apalagi saat kondom meregang, sehingga kondom tidak akan bisa cegah virus HIV / AIDS”, lanjutnya.

Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadhri menilai kampanye tersebut sudah melegalkan free sex. Tindakan tersebut, kata Idrus, justru lebih parah diterapkan di Indonesia jika dibandingkan Amerika yang memang negara liberal.

“Ini bisa melegalkan seks bebas, dan bisa membuat remaja bebas memproduksi anak, betul-betul tidak mendidik,” tegas Idrus.

Sumber: http://news.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6667