HIV dan AIDS Akan Jadi Mata Kuliah
Tanggal: Thursday, 28 June 2012
Topik: HIV/AIDS


okezone.com, 28 Juni 2012

JAKARTA - Peningkatan kasus HIV dan AIDS di Indonesia membawa keprihatinan semua pihak, tidak terkecuali perguruan tinggi. Untuk itu, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bekerjasama dengan Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, menyelenggarakan pelatihan pelatih staf pengajar Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), pendidikan keperawatan, dan kebidanan untuk penerapan mata ajar HIV dan AIDS.

Menurut pelaksana harian ketua Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) Kemenkes Sulistiono, penyelesaian kasus HIV dan AIDS butuh kerjasama dari berbagai pihak. “Integrasi program dengan perguruan tinggi melalui penerapan mata ajar HIV dan AIDS ini sudah menjadi kebutuhan, karena untuk menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat tidak bisa sendiri-sendiri,“ kata Sulistiono, seperti dikutip dari laman Unair, Kamis (28/6/2012).

Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor I Unair Achmad Syahrani menyampaikan, saat ini Unair tengah mengembangkan health science center, salah satunya adalah HIV dan AIDS yang dipusatkan di Rumah Sakit Penyakit Tropik. “Pengintegrasian mata ajar HIV dan AIDS dalam kurikulum perguruan tinggi, diharapkan mampu berkontribusi dalam menurunkan kasus HIV dan AIDS di Indonesia sesuai dengan target MDGs,” ujar Achmad.

Integrasi ini, lanjutnya, juga untuk mempersiapkan lulusan agar mampu memberikan pelayanan yang baik untuk perawatan dan penanggulangan HIV AIDS, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian di bidang tersebut. “Tanggung jawab penanggulangan HIV dan AIDS bukan hanya pada pemerintah tetapi juga pada komponen masyarakat, termasuk perguruan tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Kemenkes RI Muhammad Subuh menyoroti peningkatan kasus HIV dan AIDS pada perempuan khususnya ibu rumah tangga. Dia mengungkapkan, dari sekira 1.200 ibu rumah tangga yang menderita HIV pada 2009, hanya sekira 300 orang yang berprofesi sebagai pekerja seks komersil (PSK). Sebagian besar dari jumlah tersebut, kata Subuh, adalah ibu rumah tangga biasa yang kemungkinan tertular dari suaminya. Selain ibu rumah tangga, dia juga prihatin dengan pengetahuan komprehensif masyarakat tentang HIV dan AIDS yang rendah. “Hasil riset kesehatan dasar pada 2010, persentase penduduk usia 15-24 tahun yang memiliki pengetahuan komprehensif tentang HIV dan AIDS hanya 11,4 persen,” tutur Subuh.

Pelatihan ini diikuti oleh 68 staf pengajar dari FK, FKM, pendidikan keperawatan, dan kebidanan perwakilan dari 36 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia. Usai pelatihan, para peserta akan tersertifikasi sebagai pengajar mata ajar HIV dan AIDS, yang dikeluarkan oleh BPPSDMK Kemenkes RI.(mrg)(rhs)

Sumber: http://kampus.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6668