CD4, Indikator Sistem Kekebalan Tubuh
Tanggal: Monday, 02 July 2012
Topik: Narkoba


Gatra, 02 Juli 2012

Jakarta - Pemeriksaan kadar CD4 sangat penting untuk menentukan metode pengobatan bagi penyandang HIV. Sebab, semakin turun kadar CD4 dalam tubuh, maka semakin turun pula sistem kekebalan tubuh seseorang, yang akhirnya menurunkan harapan hidup orang tersebut.

“Pemeriksaan diagnostik terhadap HIV/AIDS kini memfokuskan pemeriksaan terhadap HIV, CD4 dan viral load. CD4 merupakan sebuah marker baru atau penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. Nilai menurunnya CD4 dalam tubuh menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit, yang berperan memerangi infeksi dalam tubuh manusia,” ujar Samsuridjal Djauzi, Ketua Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PDPAI), di Santika Hotel, Jakarta, Sabtu (30/6).

Ia menjelaskan, pada orang dengan sistem kekebalan yang baik, nilai CD4 berkisar antara 410-1500. Sedangkan, pada orang dengan kekebalan yang tertanggu, seperti HIV/AIDS, nilai CD4 cenderung menurun, bahkan bisa sampai nol.

“Setelah penderita positif mengidap HIV, maka selanjutnya penderita harus segera diobati dengan pengobatan antriretroviral (ARV), agar CD4 tidak menurun drastis. Standart untuk memulai penggunaan ARV di Indonesia yaitu sebesar 350,” ujar Samsu.

Jelasnya, sebenarnya penggunaan obat akan lebih efektif bila digunakan ketika angka mencapai 500. Karena bila diberikan lebih dini, akan membuat keadaan penderita lebih baik. Dan potensi untuk menularkan ke orang lain juga lebih kecil.

Pemerikasaan CD4 sangat berguna untuk membandingkan kemajuan dalam pemeriksaan HIV, sebelum dan sesudah pengobatan. Angka CD4 yang menurun juga menunjukkan bahwa semakin tingginya virus di dalam tubuh.

“Sebaiknya, pemeriksaan CD4 dilakukan secara teratur setiap 3 bulan sekali,” ujar Samsu.

Dengan cepat terdeteksinya penurunan jumlah CD4 maka tindakan pemeriksaan lebih lanjut (viral load) pun dapat segera dilakukan. Sehingga dapat dilakukan penanganan untuk meningkatkan harapan hidup ODH.

“Dari 350 ribu orang Indonesia yang diduga menderita HIV, baru 70 ribu yang telah melakukan tes. Sedangkan, 280 ribu lainnya belum. Upaya pengjangkauan harus segera dilakukan, yaitu dengan menyediakan sarana pemeriksaan yang mudah dilakukan, mudah diakses, dan terjangkau,” ujar Samsu.

Jelasnya, saat ini 500 kabupaten kota yang tersebar di seluruh Indonesia telah mampu melakukan pemeriksaan HIV. Namun, menurut Samsu, masyarakat masih malu dan mengintimidasi orang yang ingin mengecek. [WS]

Sumber: http://www.gatra.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6684