Keterbukaan Dongkrak Kualitas Hidup Penderita ODHA
Tanggal: Thursday, 05 July 2012
Topik: Narkoba


INILAH.C0M, 04 Juli 2012

Jakarta - Penelitian menyebutkan keterrbukaan mengakui status penyandang HIV membuat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa meningkatkan kualitas kesehatan dan hidupnya.

"Saat ini yang terpenting bagi penderita ODHA adalah terstigma dan mendapat perlakuan diskriminasi sehingga sulit untuk mengakui secara terbuka bahwa dirinya mengidap HIV/AIDS," kata Peneliti dari Pusat Penelitian HIV-AIDS Unika Atma Jaya, Prof Irwanto, Ph.D usai acara peluncuran buku Pedoman Pencegahan Positif untuk Komunitas Orang dengan HIV, di Jakarta.

Irwanto menjelaskan, sikap menutup diri justru akan menurunkan imunitas ODHA dan akan membuatnya semakin depresi. Tak hanya itu, ODHA yang tidak terbuka dengan statusnya juga sangat berpotensi menularkan virus HIV kepada orang lain.

"Keterbukaan adalah kebutuhan mendasar dari setiap odha untuk kesehatan dirinya sendiri," jelasnya.

Selain itu, sambung Irwanto, dengan terbuka mengakui dirinya, penderita akan lebih ringan untuk bertanggung jawab untuk melakukan pencegahan positif dan tidak menularkan pada orang lain.

"Selama masih ada stigma dan diskriminasi kasus infeksi HIV tidak akan turun," ungkapnya.

Padahal, menurutnya, yang terpenting bagi ODHA adalah bagaimana mengurangi beban dirinya sendiri, yang kerap terbebani dengan ketakutan orang lain, sehingga takut diperlakukan tidak adil.

"Hal itu akan membuat tekanan batin yang cukup besar, kalau ia terbuka bahwa dirinya HIV takut ada perlakuan yang tidak dikehendaki," ujar Irwanto.

Hal-hal semacam ini bisa diatasi asalkan mereka memiliki bahan pengetahuan cara mencegahnya dan tahu kemana untuk bertanya.

Irwanto menambahkan modul pencegahan positif harus bisa membongkar stigma sehingga membantu untuk lebih enteng menghadapi hidup.

"Kalau mereka belum terbuka saat mereka punya pacar mereka akan menutupi statusnya dan berpotensi menularkan, atau bisa saja mereka ke dokter gigi dan alatnya dipakai untuk pasien lain, karena mereka tidak bilang mereka positif HIV," tambahnya.

ODHA yang sudah mengakui statusnya, lanjut Irwanto, bisa dengan tenang dan terbuka mengonsumsi antiretroviral tanpa sembunyi-sembunyi, sehingga kondisi fisiknya terjaga dan kemungkinan menularkan virus kepada orang lain menjadi kecil.

Yang terpenting, menurutnya, adalah membekali ODHA dengan pengetahuan yang cukup, sehingga saat mereka membuka statusnya dan mendapat diskriminasi bisa memberi penjelasan kepada orang lain mengenai kondisi penyakit mereka yang sebenarnya.

"Mengakui status HIV akan membuat Orang dengan HIV-AIDS bisa hidup lebih sehat baik secara fisik maupun mental," tutup Irwanto. [mor]

Sumber: http://gayahidup.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6695