Istri Yassir Arafat Tantang Zionis Buktikan Suaminya Menderita AIDS
Tanggal: Thursday, 05 July 2012
Topik: Narkoba


Hidayatullah.com, 05 Juli 2012

Pasca terbongkarnya investigasi dari misteri kematian Yassir Arafat. Lenny Ben-David, Kepala Deputi Kedutaan Besar Israel di Washington membantah di majalah The Times bahwa Arafat dengan menuduh mantan tokoh Palestina itu tidak tewas diracun namun karena menderita HIV/AIDS. Ben bahkan menuduh Arafat adalah seorang gay (homoseksual).

"Yassir Arafat adalah seorang pembunuh genosida, jahat, dan menderita penyimpangan seksual yang meninggal pada usia 75. Dia dibenci oleh Arab dan Israel. Adalah lebih mungkin penyebab kematian Arafat karena ia menderita AIDS," jelas Ben David yang juga menjabat sebagai konsultan Public Relation di pemerintah Israel.

Menyikapi ini, Suha Arafat, Istri dari almarhum Yassir Arafat merasakan ketersinggungan yang mendalam. Suha lantas menyerukan agar dilakukan tes DNA secara serius untuk meluruskan fitnah terhadap suami tercintanya tersebut. Bahkan ia tidak segan menantan pemerintah Israel untuk menggali kubur suaminya untuk mengotopsi jejak-jejak virus HIV/AIDS di dalam tubuh suaminya.

Dukungan terhadap Suha Arafat juga mengalir dari Ion Pacepa, seorang mantan pejabat intelijen Rumania. Bagi laki-laki yang memiliki panggilan Scott ini, semua rumor mengenai kematian Arafat karena HIV/AIDS adalah murni rekayasa Zionis-Israel untuk membangun image buruk Yasir Arafat dan tentunya akan berpengaruh kepada mental rakyat Palestina.

Menyikapi Suha, tanggapan serius juga datang dari Dr David Barclay, ahli forensik Al Jazeera ditugaskan untuk memeriksa catatan medis Arafat dan menyatakan, jika Yasir Arafat tidak meninggal karena HIV/AIDS.

"Dia tidak punya AIDS. Mereka melakukan dua tes HIV, yang keduanya adalah negative, " jelasnya.

Selain Dr David Barclay, Dr Tawfik bin Shabaan, spesialis penyakit dalam yang juga pakar dalam masalah penyakit HIV/ADIS mengatakan bahwa tidak ada bukti medis yang mengatakan bahwa Arafat menderita HIV/AIDS.

"Saya adalah seorang dokter ahli masalah HIV, sama sekali tidak ada relevansinya dia (Yasir Arafat) menderita HIV/AIDS," jelas dokter yang berasal dari Tunisia ini.

Menurut Scott Long, seorang pengamat inteligen international, isu Arafat meninggal karena HIV/AIDS adalah murni rekayasa dari konspirasi intelijien Zionis untuk membangun citra buruk terhadap perjuangan Palestina. Di mana Scott juga menyakini CIA juga bermain dalam mengembangkan isu ini ke dunia international.

Saat ini bukti medis terkuat membuktikan bahwa Yasir Arafat dibunuh karena diracun Polonium pernah dipakai untuk membunuh mantan mata-mata Rusia yang kemudian menjadi kritikus Kremlin, Alexander Litvinenko. Pada tahun 2006.

Seperti diketahui, Pemimpin Palestina Yassir Arafat yang meninggal tahun 2004 diracun dengan polonium, begitu menurut temuan riset laboratorium yang dilakukan di Swiss.

Al Jazeera, Selasa (03/07/2012) melaporkan, riset laboratorium yang dilakukan di Swiss menemukan bahwa Yasir Arafat tewas karena diracun polonium. Temuan ini berdasarkan sampel biologis yang diambil dari barang-barang milik mendiang Arafat, yang diberikan kepada istrinya, Suha, oleh rumah sakit militer di Paris tempat Arafat menghembuskan nafasnya yang terakhir. Demikian dikatakan oleh Francois Bochud, pimpinan Institute of Radiation Physics di Universitas Lausanne.*

Sumber: http://www.hidayatullah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6698