46 Penderita HIV/AIDS di Inhil, 4 di Antaranya Bayi
Tanggal: Monday, 09 July 2012
Topik: HIV/AIDS


Jumlah penderita HIV/AIDS di Inhil meningkat setiap tahun. Saat ini tercatat sebanyak 46 penderita dan 4 di antaranya bayi.

Riauterkini, 06 Juli 2012

TEMBILAHAN - Sosialisasi dan pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Padahal jumlah penderitanya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Hal itu terungkap dalam dalam pertemuan antara Masyarakat Peduli AIDS (MPA) yang difasilitasi LSM Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) Inhil dengan Yayasan Siklus Pekanbaru bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan stake holder terkait, Jum’at (6/7/12) di salah satu rumah makan di Kota Tembilahan.

Pertemuan ini dihadiri Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Inhil, Umar Pulungan, kalangan pengurus LSM, seperti LSM BDPN, Zainal Arifin, Presidium Fokus Ornop Inhil, Kemas Ibnu Sanjaya, LSM Gemilang Serumpun, Indra Gunawan dan MNKPK, Agustami Thalib.

Dari pertemuan tersebut dinyatakan bahwa memang dengan makin tingginya angka penderita HIV AIDS di Inhil, maka diperlukan dukungan nyata dari berbagai kalangan, khususnya Pemkab Inhil.

Sekretaris KPA Inhil, Umar Pulungan menyatakan bahwa pihaknya memerlukan dana cukup besar bagi sosialisasi dan kampanye pencegahan AIDS di Inhil. Namun, diakui support pendanaan dari Pemkab Inhil masih sangat minim, hal ini tentu saja menghambat kinerja timnya menjangkau daerah yang berisiko penyebaran penyakit mematikan ini.

“Pada tahun 2011 lalu kita hanya mendapatkan bantuan dari pemkab Inhil hanya Rp 37 juta, padahal banyak program yang akan kita jalankan bagi pencegahan meluasnya HIV AIDS di Inhil,” sebut Ketua LSM BDPN, Zainal Arifin.

Indra Gunawan dari Gemilang Serumpun menyatakan bahwa harus ada regulasi yang jelas dari Pemkab Inhil untuk menekan keberadaan tempat-tempat yang berpotensi menjadi ‘sarang’ penyebaran HIV AIDS di Inhil. Hal ini juga diungkapkan Presidium Fokus Ornop Inhil, Kemas Ibnu Sanjaya.

“Kita memang merasakan dukungan dari Pemkab Inhil masih sangat kurang, sehingga kampanye dan sosialisasi pencegahan dan bahaya HIV/AIDS masih kurang,” ungkap Ketua Yayasan Siklus Pekanbaru, Priyo Anggoro didampingi anggotanya Bobby Erwin dan Doddy Wahyu.

Padahal, sebutnya saat ini jumlah penderitanya di Inhil sebanyak 46 orang dan empat diantaranya bayi. Ini merupakan peningkatan cukup drastis dibandingkan tahun 2009 lalu yang baru ditemukan 10 penderita.

“Kita harapkan peran pemerintah dengan perangkatnya untuk mensupport kegiatan sosialisasi dan kampanye pencegahan bahaya HIV/AIDS ditengah masyarakat, apalagi saat ini daerah yang beresiko tinggi sudah masuk lingkungan rumah tangga,” sebutnya.***(mar)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6703