Pengobatan HIV Komprehensif Cegah Stigma dan Diskriminasi
Tanggal: Thursday, 12 July 2012
Topik: HIV/AIDS


VOA, 11 Juli 2012

Studi terbaru menunjukkan bahwa obat antiretroviral tidak hanya memperpanjang kehidupan orang yang terinfeksi HIV, tetapi juga dapat mencegah infeksi. Ini adalah strategi yang dikenal dengan "pengobatan sebagai pencegahan."

Ini berarti negara- negara memiliki potensi untuk memperlambat penyebaran HIV dengan menggunakan obat sebagai profilaksis (dimana obat digunakan sebagai pencegahan). Namun, seringkali mereka yang membutuhkan pengobatan dan pencegahan HIV tidak bisa mendapat obat tersebut karena status sosial mereka.

Dr. Gottfried Hirnschall adalah direktur WHO untuk HIV / AIDS.

Ia mengatakan, “Kami telah melihat di banyak negara masih ada stigma terhadap kelompok tertentu dalam masyarakat. Di beberapa negara perilaku kelompok-kelompok ini dianggap kriminal. Menjadi pekerja seks di banyak negara Afrika dianggap sebagai perilaku kriminal. Menjadi MSM di beberapa negara adalah perilaku kriminal dan jelas melibatkan penggunaan injeksi obat.“

Istilah MSM mengacu pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, salah satu kelompok dalam masyarakat rentan yang diakui oleh WHO dan UNAIDS.

Bagian lain dari sebuah strategi komprehensif mencakup pertanyaan tentang kapan memulai pengobatan. Pada awal antiretroviral, obat-obatan tersebut biasanya diberikan kepada orang yang sistem kekebalan tubuhnya telah rusak dan sedang diserang oleh infeksi oportunistik. Tingkat kesehatan diukur dengan jumlah CD4, yaitu jumlah sel kekebalan yang dimiliki dalam tubuh seseorang.

Dr. Hirnschall mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, rekomendasi yang diberikan adalah agar orang-orang melakukan pengobatan jauh lebih awal.

Dengan memberikan pengobatan lebih dini, banyak infeksi oportunistik dapat dihindari.

Dua studi terbaru membuktikan pengobatan itu sebagai strategi pencegahan. Seseorang meneliti pasangan dimana satu orang positif mengidap HIV- dan yang lainnya tidak. Obat-obatan itu 96 persen efektif mencegah orang yang tidak menderita HIV dari terinfeksi virus tersebut.

Dr. Hirnschall mengatakan Organisasi Kesehatan Dunia sedang mengembangkan apa yang disebut pedoman konsolidasi. Tujuannya adalah untuk membantu negara berkembang membentuk perawatan dan strategi pengobatan untuk kelompok-kelompok rentan.

Sumber: http://www.voaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6711