Sejumlah Personel Polres Asahan Lakukan Tes Darah
Tanggal: Monday, 16 July 2012
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 14 Juli 2012

Kisaran, Sejumlah personel Polres Asahan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah terinveksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV), Rabu (11/7) di Mapolres. Tes itu dilakukan usai mengikuti penyuluhan tentang bahaya HIV atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang dilaksanakan Tim Care Suportif Treatment (CST) and Voluntary Concelling and Testing (VCT) RSU H Abd Manan Simatupang Kisaran.

Ketua Tim CST and VCT dr Nini Deritana Sp.P yang ditemui wartawan mengatakan, daerah Asahan memiliki potensi penyebaran HIV.

"Kita terus giat melakukan sosialisasi atau penyuluhan tentang penyebaran HIV," sebut dr Nini.

Berdasarkan data yang ada pada mereka, Tahun 2011 jumlah pengidap HIV/AIDS terjaring 25 orang dan pada semester pertama 2012 meningkat 100 persen. Dengan peningkatan itu, pihaknya bekerjasama dengan Polres Asahan untuk melakukan sosialisasi atau penyuluhan bahaya HIV di lingkungan Polres.

"Ini merupakan kesempatan untuk menekan angka penyebaran HIV," sebutntya sembari mengatakan kesempatan itu tidak disia-siakan apalagi dilanjutkan dengan tes darah. Tim CST and VCT, berharap apa yang dilakukan sejumlah personil dapat diikuti seluruh personil di jajaran Polres Asahan.

"Ini merupakan langkah positif, dan kami berharap diikuti seluruh personel," sebut dr Nini sembari mengatakan akan menjamin kerahasiaan hasilnya itu.

Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP R Berutu membenarkan, sejumlah personelnya melakukan pengecekan darah usai mengikuti penyuluhan. Tiga Tahun Terakhir Penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Asahan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir jumlahnya terus meningkat, 60 pengidap terjaring 23 di antaranya tewas.

Demikian data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Asahan. Tahun 2010 tercatat 13 pengidap terjaring dan 6 orang diantaranya meningga dunia. 2011 tercatat 25 pengidap dan 11 orang meninggal dunia dan Tahun 2012 di semester pertama, terjaring 22 orang dan 6 diantaranya sudah tewas.

Kepala Diskes Kabupaten Asahan dr Herwanto SpB, melalui Kepala Seksi Pemberantasan Penanggulangan Penyakit (P2P) Safrin Sanja mengatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk menemukan orang-orang yang terserang virus mematikan itu, mulai dari penyisiran terhadap kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular dan menularkan virus.

Seperti kelompok-kelompok waria serta wanita penghibur atau PSK yang ada di seputaran kota Kisaran.

"Kita terus lakukan sosialisai," sebutnya. Syafrin juga berharap kepada masyarakat apalagi yang memiliki risiko tinggi tertular serta menularkan virus HIV/AIDS dapat dengan sukarela mendatangi Klinik VCT yang ada di RSU H Abd Manan Simatupang Kisaran.

"Silakan datang, kerahasiaan terjamin dan tidak dipungut biaya alias gratis," ungkap Syafrin.

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6714