Usai Ikut Penyuluhan HIV, Personil Polres Asahan Lakukan Tes Darah
Tanggal: Monday, 16 July 2012
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 16 Juli 2012

Kisaran, Sejumlah personil Polres Asahan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah terinveksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), Rabu (11/7) di Mapolres. Tes dilakukan, usai mereka mengikuti penyuluhan tentang bahaya HIV atau AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang dilaksanakan oleh Tim Care Suportif Treatment (CST) dan Voluntary Concelling and Testing (VCT) RSU H Abd Manan Simatupang Kisaran. Ketua Tim CST and VCT dr Nini Deritana SpP mengatakan, Asahan memiliki potensi penyebaran HIV. "Kita terus giat melakukan sosialisasi atau penyuluhan tentang penyebaran HIV," sebut dr Nini.

Berdasarkan data yang ada pada mereka, tahun 2011 jumlah pengidap HIV/AIDS 25 orang. Semester pertama 2012 meningkat 100 persen. Dengan peningkatan itu, pihaknya bekerjasama dengan Polres Asahan untuk melakukan sosialisasi atau penyuluhan bahaya HIV di lingkungan Polres.

"Kegiatan ini merupakan kesempatan untuk menekan angka penyebaran HIV," sebutnya sembari mengatakan kesempatan itu tidak disia-siakan apalagi dilanjutkan dengan tes darah. Tim CST and VCT, berharap apa yang dilakukan sejumlah personil dapat diikuti seluruh personil di jajaran Polres Asahan.

"Ini merupakan langkah positif, dan kami berharap diikuti seluruh personil," sebut dr Nini sembari mengatakan akan menjamin kerahasiaan hasilnya itu.

Kapolres Asahan AKBP Yustan Alpiani dikonfirmasi melalui Kasubag Humas AKP R Berutu membenarkan, sejumlah personilnya melakukan pengecekan darah usai mengikuti penyuluhan. Tiga tahun yerakhir penyebaran HIV/AIDS di Asahan terus meningkat. Saat ini sudah 60 pengidap dan 23 di antaranya meninggal dunia.

Kepala Diskes Kabupaten Asahan dr Herwanto SpB, melalui Kepala Seksi Pemberantasan Penanggulangan Penyakit (P2P) Safrin Sanja menambahkan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menemukan orang-orang yang terinfeksi HIV, mulai dari penyisiran terhadap kelompok yang memiliki risiko tinggi tertular ataupun menularkan. Seperti kelompok-kelompok waria serta wanita penjaja seks yang ada di seputar Kota Kisaran.

Syafrin juga berharap kepada masyarakat apalagi yang memiliki risiko tinggi dengan sukarela mendatangi Klinik VCT yang ada di RSU H Abd Manan Simatupang Kisaran. "Silakan datang, kerahasiaan terjamin dan tidak dipungut biaya alias gratis," ungkap Syafrin. (aln)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6716