Tahun Lalu Heteroseksual Terbanyak Idap HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 16 July 2012
Topik: HIV/AIDS


Kaltim Post, 16 Juli 2012

TENGGARONG - Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus melakukan sosialisasi guna mencegah penyebaran penyakit mematikan tersebut. Salah satunya, dengan menyosialisasikan strategi dan rencana aksi daerah dalam penaggulangan HIV/AIDS. Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur tokoh masyarakat, ulama, kalangan remaja, dan SKPD di lingkup Pemkab Kukar, dibuka Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan H Hairil Anwar, didampingi Ketua Panitia H Supriyanto, Kamis (12/7) di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Tenggarong.

Mewakili Bupati Kukar, Hairil Anwar mengatakan, penyebaran kasus HIV/AIDS saat ini tidak hanya menimpa kalangan homoseksual, sebagaimana pada awal kasus ini ditemukan. Namun sudah menimpa pengguna narkoba khususnya jarum suntik dan prinatal. "Statistik 2011 menyebutkan kasus HIV/AIDS yang terjadi pada golongan heteroseksual sebesar 55 persen, homoseksual 3 persen, dan pengguna jarum suntik 35 persen," katanya.

Dengan demikian sambung Hairil, semakin mudah dan beragamnya penularan penyakit HIV/AIDS maka perlu upaya pencegahan yang lebih baik dan terfokus. Faktor lainnya adalah karena faktor migrasi penduduk yang cepat.

Kutai Kartanegara sendiri. lanjut dia, merupakan daerah tujuan wisata dan penghasil sumber daya alam (SDA) tentu saja merupakan wilayah yang banyak didatangi oleh para pencari pekerja baik lokal maupun dari luar wilayah. "Tentunya hal ini menjadi permasalahan di bidang kesehatan yang secara khusus perlu ditangani, termasuk dampaknya pada penyebaran penyakit HIV/AIDS," ujarnya.

Dia menambahkan, keberhasilan suatu program dalam pembangunan tidak terlepas dari kerja sama seluruh pemangku kepentingan. "Saya tekankan, mari kita bersama-sama seluruh stakeholder dan masyarakat bahu membahu melaksanakan pembangunan yang terpadu dan berkelanjutan," katanya.

Untuk penanggulangan HIV/AIDS, Pemkab Kukar berkomitmen kuat memfasilitasi pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), termasuk kepada semua SKPD diinstruksikan melakukan sosialisasi dan pengamatan terhadap perkembangan kasus HIV. Juga Dinas Sosial (Dissos) untuk membuat langkah strategis apabila ditemukan kasus HIV positif di lokalisasi PSK dan rumah sakit yang memiliki kemampuan cukup untuk perawatan awal pasien.

"Sekali lagi saya berharap sosialisasi ini dapat berjalan maksimal tentunya partisipasi aktif sehingga kita dapat berkontribusi positif dalam pencapaian MDG's 2015. Dan saya juga mengharapkan agar setiap individu dapat mencegah dan melindungi dirinya terhindar dari HIV," serunya. (hmp4)

Sumber: http://www.kaltimpost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6718