Elton John: Kematian Teman Karena AIDS, Selamatkan Hidup Saya
Tanggal: Tuesday, 17 July 2012
Topik: Narkoba


Jaringnews.com, 16 Juli 2012

INGGRIS - Sir Elton John percaya dirinya akan mati jika bukan karena mendiang temannya, Ryan White, yang meninggal karena AIDS saat berusia 18 pada 1990.

Penyanyi 65 tahun yang telah berjuang dari minuman dan kecanduan obat mengakui ia adalah 'pecandu besar kokain' yang juga dilakukan temannya, Ryan White yang meninggal pada 1990. Namun remaja itu memiliki peran besar dalam menginspirasi pelantunn Rocket Man untuk mulai menaklukan kecanduannya.

Dalam buku yang akan dirilis, Love is the Cure: On Life, Loss and the End of AIDS, John menulis,"Ryan adalah seorang pahlawan sejati, orang Kristen sejati, karena ia tanpa syarat mengampuni mereka yang dibuat menderita. Ryan mengubah jalan mematikan dan membantu menyelamatkan jutaan nyawa", tulis Elthon

"Tapi ketika Ryan meninggal pada April 1990 di usia 18, saya tidak tahu bagaimana berbicara dengan seseorang kecuali saya memiliki hidung penuh kokain dan perut kenyang dengan alkohol. Setelah pemakamannya, saya kembali ke London dan mengurung diri lama di rumah, karena sudah menjadi kebiasaan saya. Saya rasa nilai-nilai itu terkubur di bawah penghancuran diri saya. Tapi aku disini hari ini karena Ryan", tutur Jhon

Musisi yang telah mengumpulkan dana lebih dari 175 juta poundsterling untuk Elton Jhon AIDS Foundation ini, masih merasa sangat malu bila ia tidak berbuat lebih banyak tentang epidemi AIDS, dan ia percaya itu adalah 'keajaiban kecil' dirinya tidak pernah tertular HIV.

"Saya sangat malu bahwa saya tidak berbuat lebih banyak tentang AIDS. Saat itu ketika teman-teman saya, termasuk Ryan, sedang sekarat di sekelilingku. Aku tidak memiliki kekuatan atau ketenangan hati untuk berbuat apa-apa", aku Jhon

John juga mengaku ia akan pergi ke pemakaman dan menangis dan berkabung selama berminggu-minggu. Dan perilakunya itu akan semakin buruk, dimana dirinya melakukan hubungan seks tanpa pengaman, dan keajaiban kecil dirinya tidak tertular HIV. Ia juga mengatakan, saat dirinya menonton televisi setelah kematian sahabatnya dan melihat cuplikan dari pemakaman, itu merupakan titik terendah dalam hidupnya.

"Rambutku putih, kulitku pucat. Saya kembung dan kenyang, sakit dan dipukuli. Saya terlihat kacau. Saya benar-benar diluar kendali. Dengan kekacauan yang telah saya buat. Tidak pernah ada pertanyaan: Saya akan berubah, atau saya akan mati", pungkas Jhon.

Sumber: http://jaringnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6720