FDA Setujui Obat Pertama untuk Cegah HIV
Tanggal: Thursday, 19 July 2012
Topik: HIV/AIDS


detikHealth, 17 Juli 2012

Jakarta, AIDS merupakan penyakit menular yang sangat menakutkan karena selama ini belum ada obat yang dapat menyembuhkannya. Tetapi kini FDA telah menyetujui sebuah obat yang terbukti dapat mencegah penularan virus HIV yang merupakan penyebab AIDS.

Penyakit AIDS (Aqcuired Immune Deficiency Syndrome) adalah sindrom atau infeksi yang disebabkan karena rusaknya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Ketika seseorang telah terserang virus ini, tubuhnya akan rentan terhadap berbagai jenis infeksi dan mudah terkena tumor.

Selama ini telah banyak obat yang dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun AIDS benar-benar belum bisa disembuhkan. Pada tanggal 16 Juli 2012, FDA (Food and Drug Administration) telah menyetujui obat pertama yang dinyatakan dapat memerangi AIDS.

Obat Truvada merupakan kombinasi dari dua jenis obat-obatan dan diproduksi oleh Gilead Sciences, Inc dari Foster City, California. Truvada mulai digunakan oleh penderita infeksi virus HIV sejak tahun 2004, tetapi baru tahun ini mendapatkan persetujuan resmi dan merupakan obat pertama yang diakui oleh FDA.

Seperti dilansir abcnews, Selasa (17/7/2012), obat ini telah terbukti menunjukkan penurunan lebih dari 70 persen risiko penularan HIV antara pasangan, dimana satu pasangan terinfeksi HIV sedangkan yang lain tidak.

"Truvada tidak boleh digunakan sendiri untuk mencegah infeksi tetapi harus dikombinasikan dengan metode pencegahan lain, seperti praktik seks yang lebih aman, konseling, dan pengujian rutin untuk menentukan status infeksi,” kata Dr. Debra Birnkrant, direktur divisi produk antivirus di FDA.

Truvada sangat efektif untuk mencegah infeksi HIV pada individu yang tidak terinfeksi tetapi berisiko tinggi terhadap infeksi HIV secara seksual dari pasangannya yang telah terinfeksi. Sehingga tujuannya, Anda dapat berhubungan dengan orang yang telah terinfeksi HIV tanpa khawatir tertular virus tersebut.

Tetapi The AIDS Healthcare Foundation, sebuah organisasi global yang memberikan perawatan untuk pasien HIV/AIDS mengecam keras penemuan tersebut.

Organisai tersebut menilai bahwa dengan penggunaan obat ini merupakan langkah yang tidak bertanggung jawab dan merusak upaya pencegahan yang telah dibangun selama ini.

Sementara AHF (AIDS Healthcare Foundation) juga mengkritik persetujuan FDA tersebut karena orang yang berisiko tinggi terhadap HIV tidak akan mengambil kondom sebagai pencegahan terhadap penyakit menular seksual dan memilih mengonsumsi pil Truvada setiap hari yang tentu biayanya lebih mahal.

Pihak FDA menyatakan pembelaan bahwa penggunaan pil Truvada mungkin lebih mahal dibandingkan dengan kondom, tetapi jauh lebih murah daripada harus menjalani pengobatan HIV seumur hidup karena manfaat besar yang ditawarkan oleh pil ini.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6725