Cegah HIV/AIDS, Pendekatan Komprehensif Dilakukan
Tanggal: Thursday, 19 July 2012
Topik: HIV/AIDS


BERITAJAKARTA.COM, 18 Juli 2012

Tingginya kasus penularan HIV/AIDS melalui hubungan seks membuat prihatin banyak kalangan. Salah satu upaya untuk menanggulanginya, Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta pun membentuk program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual (PMTS). Nantinya, program tersebut akan dilakukan secara komprehensif bersama sejumlah lembaga terkait yang peduli akan bahaya HIV/AIDS.

Sekretaris KPAP DKI Jakarta, Rohana Manggala mengatakan, pelaksanaan program tersebut harus mengedepankan pendekatan komprehensif dengan mengintegrasikan emmpat komponen guna mencapai sasaran yang diinginkan.

Keempat komponen itu yakni, melakukan komunikasi perubahan perilaku, penguatan pemangku kepentingan setempat (kepemimpinan, kebijakan lokal, perda, keterlibatan pemilik wisma, dan mucikari), pengelolaan kondom dan pelicin (pemasokan dan distribusi), serta skrining dan layanan infeksi menular seks (IMS).

Selain KPAP DKI Jakarta, dikatakan Rohana, lembaga lain yang tergabung dengan program ini yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Meski begitu, diakui Rohana, berbagai kendala kerap ditemui dalam penerapan program PMTS tersebut. Terlebih, sangat sulit merubah prilaku dan adanya penolakan dari masyarakat. Sehingga pelaksanaannya memang harus dilakukan secara bertahap. Dari lima wilayah kota di Jakarta, saat ini penerapan PMTS baru dilakukan di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat saja. Sedangkan di Jakarta Selatan baru akan diterapkan tahun ini.

"Program ini sudah dilakukan sejak tahun 2009. Namun, berbagai kendala harus kita hadapi. Sehingga harus dipelajari dulu mengenai lokasi dan keadaannya," ujar Rohana, di sela-sela kegiatan diskusi yang dilangsungkan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/7).

Diungkapkan Rohana, layalan PMTS di Jakarta Barat dapat dijumpai di Kecamatan Tamansari, Kelurahan Manggabesar, Kecamatan Grogolpetamburan dan Kecamatan Tambora. Di Jakarta Pusat difokuskan di Puskesmas Kecamatan Gambir, Puskesmas Kecamatan Kemayoran, dan Puskesmas Kecamatan Tanahabang, serta Puskesmas Kecamatan Menteng.

Di Jakarta Utara, di Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Puskesmas Kecamatan Tanjungpriok, Puskesmas Kecamatan Koja, dan Puskesmas Kecamatan Cilincing. Lalu, di Jakarta Timur di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Puskesmas Kecamatan Jatinegara, Puskesmas Kecamatan Kramatjati dan Puskesmas Kecamatan Pasarrebo.

Adapun sasaran progam penerapan PMTS ini dilakukan di insdutri hiburan seperti panti pijat, bar, karaoke, spa, hotel dan diskotik. "Program ini bertujuan mengubah perilaku masyarakat agar melakukan hubungan seks dengan sehat, yakni menggunakan kondom. Kami juga membagikan kondom kepada masyarakat secara gratis. Tapi ini juga tidak mudah, karena berbagai alasan justru pemakaian kondom pada pekerja seks tiap tahunnya justru menurun," tandasnya.

Berdasarkan data dari KPAP DKI Jakarta, pada pelaksanaan PMTS tahap pertama, di Jakarta Barat dari target 4.000 pekerja seks hanya mampu menjaring 1.689. Lalu, di Jakarta Utara dari target 2.000 pekerja seks hanya tercapai 1.638. Di Jakarta Pusat dari target 1.500 pekerja seks hanya tercapai 1.350, dan di Jakarta Timur dari target 1.846 hanya tercapai 1.041.

Sementara untuk tahap kedua, di Jakarta Barat dari target 2.500 pekerja seks hanya tercapai 726, di Jakarta Utara dari target 2.000 pekerja seks hanya tercapai 1.522. Di Jakarta Pusat dari target 1.500 pekerja seks hanya tercapai 1.482, dan di Jakarta Timur dari target 1.446 pekerja seks hanya tercapai 1.041.

Sumber: http://www.beritajakarta.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6730