Suami Istri HIV Positif, Bercinta Harus Tetap Pakai Kondom
Tanggal: Thursday, 19 July 2012
Topik: HIV/AIDS


detikHealth, 19 Juli 2012

Jakarta, Meski dua-duanya sudah mengidap HIV positif, bukan berarti pasangan suami istri bebas melakukan hubungan badan tanpa menggunakan kondom. Tanpa kondom, virus HIV yang diderita keduanya bisa semakin parah dan risiko meninggal pun semakin besar.

"Ada yang menganggap 'Ah ngapain pakai kondom, kan dua-duanya sudah HIV positif'. Tapi suami istri walau keduanya sudah HIV positif tetap harus pakai kondom. Kalau tidak, bisa terjadi pingpong virus," jelas dr Aritha Herawati, Kepala Bidang Promosi dan Pencegahan, Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, dalam acara diskusi media dengan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta, di Kafe Pisa, Jakarta, seperti ditulis Kamis (19/7/2012).

Menurut dr Aritha, meski sama-sama HIV positif, tipe virus pada satu penderita bisa saja berbeda dengan penderita lainnya. Maka bisa terjadi pertukaran dan penambahan virus HIV ketika berhubungan seksual tanpa kondom.

Bila terjadi penambahan virus tipe baru, maka HIV yang dideritanya bisa semakin parah dan meningkatkan peluang kematian karena sistem kekebalan tubuh semakin rendah.

Lalu bila selalu menggunakan kondom, apakah pasangan pengidap HIV masih bisa memiliki keturunan?

"Pengidap HIV tetap boleh punya anak, karena itu hak asasi. Tapi sebelum dan selama hamil, serta setelah melahirkan harus terus mendapat pendampingan," lanjut dr Aritha.

Kedua pasangan suami istri yang HIV positif harus terus mendapatkan pengobatan ARV (antiretroviral) untuk menurunkan jumlah virus dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Bila pada masa ovulasi, sang istri dan suami dalam kondisi 'sehat' (kekebalan tubuh tinggi) maka diperbolehkan berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom agar terjadi pembuahan.

"Wanita yang HIV positif jangan sampai hamil diluar rencana, kalau tidak ketahuan bisa menular ke anak. Selama kehamilan dan saat melahirkan harus selalu dipantau agar virus tidak menulari janin. Dan harus mendapatkan dukungan psikologis dari orang-orang terdekat. Dia pasti sedih, apalagi kalau ternyata nanti anaknya juga HIV positif," tutur dr Aritha.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6736