Kasus Penularan HIV AIDS dari Seks Belum Bisa Diredam
Tanggal: Monday, 23 July 2012
Topik: HIV/AIDS


detikHealth, 19 Juli 2012

Jakarta, Penyakit HIV/AIDS bukanlah jenis penyakit baru, tapi sudah sejak beberapa tahun yang lalu. Namun sampai saat ini penanganannya masih belum maksimal dan banyak tantangan terutama infeksi yang berasal dari penularan seks.

"Angka HIV/AIDS di Indonesia masih meningkat, terus terang saja dengan segala upaya yang telah kita lakukan ada kemajuan terutama penularan diantara para pengguna narkoba suntik sudah menurun, namun penularan seksual ini yang masih terlalu banyak tantangan," ujar Menkes Dr Nafsial Mboi, dalam acara penyerahan dana kemitraan AIDS dari UNDP ke KPAN di Gedung Kemenkes, Kamis (19/7/2012).

Menkes menuturkan perilaku seks berisiko di semua kabupaten/kota dan juga provinsi ada, penggunaan kondom masih sangat kecil dan rendah sehingga dengan demikian infeksi berjalan terus dan penyakit kelamin juga makin meningkat dimana-mana.

"Untuk itu dibutuhkan upaya khusus dan kita membutuhkan terobosan-terobosan baru kalau mau mencapai MDGs goal 6 ini pada tahun 2015," ujar Menkes.

Sekretaris KPAN Pusat Dr kemal Siregar menuturkan pada kasus penasun (pengguna narkoba suntik) memang sudah mengalami penurunan meski belum terlalu berarti yaitu dari 50 persen menjadi 40 persen penasun yang kena HIV.

"Kalau kita inginnya turun terus hingga bisa mencapai di bawah 5 persen untuk penasun. Tapi kalau dari seks jumlahnya lebih banyak lagi misalnya dari WPS (wanita pekerja seksual), waria, LSL (lelaki seks lelaki), pelanggan dan ibu rumah tangga yang tertular karena jadi istri pelanggan," ujar Dr Kemal.

Selain itu saat ini dengan banyaknya klinik-klinik PCT, tes secara sukarela maka jumlah infeksi HIV diketahui meningkat dan sekitar 50 persennya sudah terungkap. Sebelumnya diperkirakan hanya 10 persen saja yang diketahui atau terungkap.

"Untuk kasus HIV cenderung meningkat karena fenomena gunung es ini belum terungkap, tapi kalau AIDS cenderung tetap tapi di beberapa tempat ada yang sudah turun," ungkapnya.

Dalam hal ini Menkes mengungkapkan berbagai bentuk pencegahan dari hulu ke hilir sudah dilakukan. Misalnya untuk yang dihulu maka mencegah terjadinya perilaku seks bersiriko maupun mencegah sebanyak mungkin generasi muda agar tidak terjerat narkoba dengan pendidikan agama, moral, pendidikan kesehatan reproduksi.

"Tapi bagi mereka yang sudah berperilaku berisiko terutama di tempat-tempat pelacuran, disinilah penting sekali ada peningkatan pendidikan, kesadaran, pelayanan kesehatan dan pengobatan untuk penyakit kelamin ditingkatkan," ujar Menkes.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6740