Meragukan, Temuan Kasus HIV/AIDS Menurun
Tanggal: Monday, 23 July 2012
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 23 Juli 2012

Tabanan - Temuan kasus HIV/AIDS di Tabanan cukup mengejutkan. Hingga Juni 2012, terjadi penurunan angka penyebaran virus mematikan ini. Namun, penurunan itu masih diragukan. Sebab, idealnya, kasus penderita HIV/AIDS cenderung meningkat seiring tingginya risiko penderita.

Kadis Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika menjelaskan, hingga Juni ini hanya ada 34 kasus HIV/AIDS yang ditemukan pada klinik VCT di Tabanan. Jumlah ini menurun hampir 50 persen dibanding tahun 2011 yang menembus 77 kasus. "Kami juga kaget, kok kasus HIV/AIDS bisa menurun. Mudah-mudahan data ini benar," jelasnya, Minggu (22/7) kemarin.

Jika data tersebut valid, berarti upaya penekanan penyebaran HIV/AIDS berhasil. Namun, data itu harus diteliti lebih mendalam. Sebab, tak menutup kemungkinan, banyak korban HIV/AIDS yang enggan memeriksakan diri ke klinik VCT. Klinik ini sifatnya sukarela. Sehingga, hanya mengandalkan kunjungan warga tanpa unsur paksaan.

Menurut Suratmika, sejak ditemukannya kasus HIV/AIDS, pihaknya gencar melakukan pemberantasan penyakit tersebut. Salah satunya, menyasar warga yang berpotensi tertular. Salah satunya, kalangan remaja, siswa dan para pekerja. Yang ditekankannya katanya, penggunaan alat pengaman atau kondom ketika harus melakukan hubungan dengan pasangan lain.

Khusus para remaja, difokuskan pada bahaya seks bebas, termasuk penggunaan jarum suntik narkoba. "Kita gencar melakukan pemberantasan penyebaran HIV/AIDS sejak tahun lalu. Mudah-mudahan, turunnya kasus HIV/AIDS sesuai realita di lapangan," jelasnya.

Tak hanya siswa, sosialisasi penyebaran HIV/AIDS juga menyasar para guru dan pekerja. Untuk kegiatan ini, kata Suratmika, pihaknya menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja. Saat ini katanya, penyebaran HIV/AIDS rawan pada kalangan pelajar. Karena itu, sosialisasi difokuskan pada 20 SMA dan SMP di Tabanan. Selain itu, melalui para relawan HIV/AIDS, pihaknya memberikan pendampingan khusus bagi para warga yang rentan tertular.

Hingga tahun 2012, total kasus HIV/AIDS di Tabanan mencapai 378 kasus. Para penderita kebanyakan berusia di atas 20 tahun. Sayangnya, dari jumlah ini, korban meninggal sulit dipantau oleh Dinas Kesehatan. Pasalnya, penderita HIV/AIDS kerap kali dikucilkan. Sehingga, ketika meninggal, selalu ditutupi dan dirahasiakan.

Saat ini katanya, fokus penanganan penyebaran HIV/AIDS dengan mengubah perilaku masyarakat. Sebab, dengan perilaku sehat, kemungkinan tertular HIV/AIDS relatif kecil. (kmb30)

Kadis Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika menjelaskan, hingga Juni ini hanya ada 34 kasus HIV/AIDS yang ditemukan pada klinik VCT di Tabanan. Jumlah ini menurun hampir 50 persen dibanding tahun 2011 yang menembus 77 kasus. "Kami juga kaget, kok kasus HIV/AIDS bisa menurun. Mudah-mudahan data ini benar," jelasnya.

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6749