Banyak Sekolah Menolak Anak HIV-AIDS
Tanggal: Tuesday, 07 August 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Satu, 31 Juli 2012

Diskriminasi terhadap anak dengan HIV-AIDS atau mempunyai orang tua berstatus HIV positif telah menghambat pendidikan dan anak untuk bertumbuh kembang.

"Dari berbagai advokasi yang dilakukan sejak tahun 2009 belum pernah ada yang menjawab kebutuhan ODHA anak atau anak yang terdampak karena orang tuanya positif HIV," kata aktivis Indonesia AIDS Coalition (IAC), Aditya Wardhana.

Ia mengatakan, berbeda dengan 10 tahun lalu dimana kebanyakan ODHA anak akhirnya meninggal, saat ini pengobatan dengan anti retroviral telah memberi kesempatan bagi anak dengan HIV untuk hidup lama dan bertumbuh kembang.

Sayangnya banyak ODHA anak mengalami diskriminasi di sekolah apabila status HIV-nya diketahui orang lain.

"Sekolah kadang menolak anak karena guru-gurunya kurang mendapat informasi tentang HIV," katanya.

Aditya meyakinkan guru dan pihak sekolah biasanya tidak terlalu sulit dibandingkan meyakinkan orang tua murid lain yang sering menolak keberadaan anak dengan HIV untuk berada di sekolah yang sama dengan anaknya.

Baby Rivona Nasution, Koordinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), mengatakan banyak angggota IPPI yang cemas melihat banyaknya kasus diskriminasi anak di sekolah.

"Pemerintah harus menindak tegas sekolah yang mendiskriminasi anak atau membiarkan proses diskriminasi terjadi," ujarnya.

Baby sendiri mempunyai anak yang akan memasuki masa sekolah dan ia mengakui dirinya mempunyai kecemasan akan nasib anaknya.

Tahun lalu tepat pada perayaan hari AIDS sedunia publik dikejutkan dengan peristiwa penolakan seorang anak untuk masuk sekolah Don Bosco karena sang ayah, Fajar Jasmin, positif HIV.

Sekolah mendesak Fajar untuk melampirkan surat keterangan yang menyatakan anaknya, Immi, negatif HIV.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Iswandi Mourbas, mengatakan ada sederetan undang-undang yang menjamin anak untuk mendapat pendidikan dan layanan kesehatan bebas dari diskriminasi.

KPAI sendiri mencatat sudah banyak penolakan dari sekolah karena seorang anak positif HIV atau memiliki orang tua ODHA.

Iswandi mengatakan KPAI siap menerima aduan jika ada sekolah dan komunitas yang mendiskriminasi ODHA anak.

Sumber: http://www.beritasatu.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6775