3 Orang Penderita HIV AIDS Bisa Sembuh
Tanggal: Tuesday, 07 August 2012
Topik: HIV/AIDS


detikNews, 03 Agustus 2012

Jakarta, Selama ini penyakit HIV/AIDS diketahui belum bisa disembuhkan. Tapi dari hasil konferensi internasional AIDS 2012 di Washington, AS diketahui ada 3 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang bisa sembuh total.

Prof Zubairi Djoerban yang ikut dalam konferensi ini menuturkan ada 3 ODHA yang bisa sembuh total, yaitu:

1. Timothy brown dari Berlin yang diketahui memiliki leukemia akut dan HIV positif. Setelah mendapatkan cangkok stem cell diketahui leukemianya sembuh dan virusnya hilang total. Saat ini ia pun sudah berhenti minum obat dan tetap sehat.

2. Pasien laki-laki yang sudah HIV positif sejak lahir dan pada usia 20 tahun ia terkena limfoma hodgkin. Setelah ia mendapatkan cangkok sumsum tulang belakang di rumah sakit di bawah bimbingan Harvard dan diketahui sembuh.

3. Laki-laki usia 50an tahun yang diketahui positif HIV dan memiliki limfoma non hodgkins. Setelah menjalani cangkok sumsum tulang belakang, limfomanya sembuh dan virusnya hilang.

"Untuk yang Timothy ia sudah berhenti minum obat, tapi untuk yang kedua dan ketiga sedang diobservasi ketat untuk penghentian ARV," ujar Prof Zubairi Djoerban dalam acara berbagi informasi hasil konferensi internasional AIDS 2012 di Poliklinik Pokdisus RSCM, Jumat (3/8/2012).

Selain 3 ODHA yang sembuh total, hasil Visconti Cohort dari Perancis juga menemukan 12 ODHA yang sembuh fungsional dari HIV/AIDS. 12 ODHA ini mengonumsi ARV segera setelah didiagnosis dan sudah dikonsumsi selama 3 tahun kemudian distop selama 7 tahun.

Hasilnya virus ada tapi ia tidak bisa bangun lagi atau tidak bisa berkembang sehingga tidak menimbulkan sakit lagi. Saat ini 12 ODHA tersebut dalam kondisi sehat wal afiat dan tidak lagi mengonsumsi ARV. Kondisi ini menunjukkan pasien sembuh fungsional.

"Tapi untuk pasien kita harus hati-hati, karena di sini biasanya datang atau mendapatkan ARV saat kondisinya sudah berat, sementara di Perancis dalam keadaan dini sekali sudah diberi ARV dan kadar CD4 masih tinggi," ungkapnya.

Prof Zubairi menuturkan pemberian ARV lebih dini selain mengurangi angka kematian, pasien jadi tidak sakit serta mengurangi angka penularan hingga 96 persen. Tapi obat ini tidak bisa berhenti sembarangan atau menghentikan sendiri, karena bisa menjadi resisten dan harus masuk ke obat lini 2.

"Kalau sudah pakai obat lini 2 juga berhenti sendiri maka harus masuk obat lini 3 dan itu tidak ada di sini. Obat lini 3 harus beli di Bangkok dan harganya 15 juta untuk 1 bulan," ujar Prof Zubairi.

Pror Zubairi mengungkapkan hasil yang didapatkan ini membuat para ahli termasuk dokter di Indonesia optimis bisa menghentikan penyakit tersebut, serta ke depannya akan sangat mungkin menghasilkan generasi yang bebas HIV/AIDS.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6783