Menkes: HIV dan AIDS Harus Dilawan
Tanggal: Tuesday, 07 August 2012
Topik: HIV/AIDS


JPNN.com, 07 Agustus 2012

JAYAPURA - Menteri Kesehatan (Menkes), dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, Senin (6/8/) meresmikan Laboratorium Kesehatan Daerah, Pusat Rujukan HIV-AIDS, di Papua. Selain itu, menteri kesehatan juga meresmikan Pusat Pengendalian AIDS, Tubercolosis, dan Malaria Papua, di Dok II Jayapura.

Peresmian itu menandai upaya khusus pemerintah untuk menangani penyebaran virus tersebut di Papua. Hadir dalam peresmian itu antara lain Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Papua Constant Karma, Pejabat Gubernur Papua Syamsul Arief Rivai serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Josef Rinta.

Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menegaskan, HIV dan AIDS harus dilawan bersama-sama mulai dari hulu hingga hilir artinya perlu kerja sama dari semua pihak, pusat, provinsi dan Kabupaten dan kota.

"Untuk melawan HIV-AIDS, kita menerapkan strategi total football. Mulai dari pendidik, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga pemerintah," kata Nafsiah Mboi.

Saat ini di Papua setidaknya tercatat 12.187 kasus HIV-AIDS. Kasus itu tersebar di sejumlah wilayah, termasuk di wilayah pedalaman di Pegunungan Tengah Papua.

Kata Menkes, pemerintah secara bertahap terus menyediakan berbagai fasilitas, khususnya untuk pengendalian AIDS sehingga ke depan penduduk Papua yang meninggal akibat virus tersebut secara bertahap berkurang.

"Virus AIDS hanya bisa dimusnahkan bila semua pihak bersatu termasuk peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat," tegas Menkes Nafsiah seraya menambahkan diperlukan adanya pendidikan di sekolah tentang risiko yang akan dihadapi bila berperilaku yang berisiko.

Menurut dia, bagi mereka yang sudah terlanjur harus melakukan konseling secara terus- menerus dan melakukan semua yang disarankan oleh konselor serta pendekatan melalui kearifan lokal.

Sementara itu Pejabat Gubernur Papua, Syamsul Arief Rivai mengatakan, pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, termasuk layanan kesehatan dan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih paripurna diperlukan SDM, sarana dan prasarana yang mendukung.

Angka kasus kumulatif HIV/AIDS di Papua hingga Maret 2012 mencapai 12.187 kasus dan jumlah tersebut cenderung meningkat dalam 10 tahun terakhir dan masih didominasi kasus AIDS yang artinya keadaan pasein sudah ditemukan dalam keadaan sakit berat.

Padahal, kata Syamsul Rivai, dalam penanggulangan HIV/AIDS diharapkan mencapai target " three zero" yakni zero new infection, zero discrimination dan zero death relative AIDS.

Usai peresmian dan pengarahan oleh Menkes, acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan peninjauan terhadap sejumlah fasilitas kesehatan yang berada di kawasan RSUD Dok II Jayapura. "Kita di pusat tidak bisa bekerja sendiri, kita berharap ada kerja sama antara provinsi dan kota serta kabupaten,"pungkasnya. (cak/tho)

Sumber: http://www.jpnn.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6795