Terapi Emosi Perbaiki Ketaatan Berobat
Tanggal: Tuesday, 07 August 2012
Topik: Narkoba


KOMPAS, 07 Agustus 2012

JAKARTA - Perempuan yang terinfeksi HIV/AIDS umumnya mengalami beban psikososial dalam menghadapi infeksi yang dialami dan pengobatannya. Terapi pendekatan perilaku emosi rasional alias rational emotive behavior therapy terbukti dapat meningkatkan kepatuhan terapi antiretroviral.

Kesimpulan ini dikemukakan Surilena (44), psikiater dari Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya Jakarta, dalam disertasinya yang dipertahankan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Senin (6/8).

Disertasi berjudul ”Efek Terapi Pendekatan Perilaku Emosi Rasional pada Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral Perempuan yang Terinfeksi HIV/AIDS” memperoleh nilai A, tetapi promovenda tak mendapat yudisium cum laude karena masa studinya lebih 10 hari dari tiga tahun yang menjadi batas predikat cum laude di UI.

Bertindak sebagai promotor Irawati Ismail, Guru Besar Psikiatri dari FKUI, sedangkan kopromotor Irwanto, Guru Besar Psikologi Unika Atma Jaya, dan Budi Utomo, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Adapun tim penguji diketuai Sarwono Waspadji, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, dengan anggota antara lain Zubairi Djoerban, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, dan Arwin Ali Purbaya Akib, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI.

Menurut Surilena, cara berpikir dan keyakinan orang dengan HIV/AIDS umumnya irasional tentang infeksi, dampak psikososial HIV/AIDS dan pengobatan antiretroviral (ARV). Semua ini dapat berlanjut dengan masalah kesehatan mental emosional dan memengaruhi kepatuhan minum ARV. Terapi pendekatan perilaku emosi rasional terbukti meningkatkan kepatuhan minum ARV dengan menurunkan skor keyakinan irasional dan meningkatkan skor kesehatan mental pada perempuan dengan infeksi HIV/AIDS.

Desain penelitian Surilena adalah uji eksperimental, dilakukan di ARV RSCM dan RS Dharmais, Oktober 2011-Maret 2012, dengan subyek 120 perempuan yang terinfeksi HIV melalui hubungan seksual dengan suami atau pasangannya.

Alat ukur kuesioner keyakinan irasional dan kuesioner penilaian kepatuhan ARV dalam bahasa Indonesia, menurut Surilena, terbukti valid dan sahih digunakan secara luas. (IJ)

Sumber: http://health.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6796