HIV di Klungkung Menular ke Petani
Tanggal: Thursday, 16 August 2012
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 11 Agustus 2012

Semarapura - Meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Klungkung, membuat sejumlah pihak mulai merasa khawatir terhadap situasi ini. Apalagi berdasarkan data yang dimiliki Komisi Penaggulangan AIDS Daerah (KPAD) Klungkung, jumlah penderita AIDS di Klungkung mencapai 87 orang. Jumlah tersebut disinyalir akan terus meningkat apabila tidak ada penanggulangan serius dari instansi terkait.

Karena itu, Jumat (10/8) kemarin, Komunitas Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) mengadakan diskusi terbuka di gedung Widya Mandala, Kantor Bupati, Klungkung. Acara yang dihadiri secara langsung oleh Sekretaris KPA Bali Made Suparta serta KJPA Bali yang dikoordinir Ida Bagus Anom, Kabag Kesra Wayan Sumanaya tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Klungkung, I Wayan Candra. Acara yang berlangsung santai tersebut, diwarnai tanya jawab seputar penanggulangan AIDS serta upaya-upaya untuk menekan penyebaran AIDS di masyarakat.

Untuk upaya tersebut, Bupati Candra dalam kesempatan tersebut sempat menyinggung akan memimpin sidak ke tempat-tempat yang dianggap rawan sebagai lokasi penyebaran HIV. Di samping itu, Bupati Candra juga menyampaikan bahwa setiap jajaran terutama pemimpin harus memiliki kesatuan komitmen untuk memerangi penyebaran HIV/AIDS di masyarakat luas.

Apalagi dari data yang disampaikan Sekretaris KPA, Made Suparta, sebelumnya, kalau penularan HIV juga telah menimpa kalangan petani. Penyebaran HIV di kalangan petani diduga dipicu oleh semakin banyaknya kelompok petani yang ketika panen meminjam jasa pemborong. Selanjutnya, di kelompok pemborong itulah diduga terkadang sering menjadi ajang transaksi seks yang berlokasi di gubuk-gubuk sementara yang dibangun oleh pemborong.

Situasi ini menjadi suatu permasalahan baru bagi komunitas penanggulangan AIDS, sebab kini penyebaran penyakit mematikan tersebut semakin mudah saja. Yang menarik, temuan-temuan kasus AIDS juga tidak saja merebak di kalangan petani. Pasalnya berdasarkan hasil VCT di Rumah Sakit Wangaya, diketahui dari 28 ibu yang diperiksa, 24 di antaranya telah positif terjangkit AIDS. Apalagi jika melihat latar belakang ibu-ibu tersebut, yang sebagian besar bersuamikan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Tokoh adat Klungkung, Dewa Made Tirta, dalam diskusi kemarin menyampaikan agar masalah penangulangan AIDS harus dimulai dari pendekatan agama, dresta, dan sesana. Salah satu contoh yang telah dilaksanakan di Desa Lepang adalah setiap warga di lokasi tersebut dilarang untuk menerima anak kos yang berkerja sebagai cewek kafe, ataupun pekerja seks komersial. Di samping itu, ada juga larangan untuk pembangunan, usaha-usaha sejenis kafe yang dapat menjadi lokasi subur berkembangnya HIV/AIDS. (kmb)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6809