Anak Pengidap HIV/AIDS Tak Boleh Dikucilkan
Tanggal: Thursday, 16 August 2012
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 15 Agustus 2012

JAKARTA - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencatat, jumlah anak-anak yang mengidap HIV/AIDS semakin meningkat tiap harinya. Fenomena itu harus ditanggapi serius oleh masyarakat umum. Peran serta perangkat lingkungan seperti RT, RW serta warga biasa, sangat diperlukan untuk masa depan sang anak pengidap HIV/AIDS.

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan, masyarakat disarankan memiliki perspektif bahwa si anak merupakan korban. Menurut catatan, virus mematikan yang hinggap di tubuh sang anak bukan berasal dari perilaku si bocah sendiri, melainkan perilaku menyimpang dari kedua orangtuanya.

"Entah orangtuanya nyuntik atau jajan entah di mana. Oleh karena anak yang menjadi korban, semua orang harus peduli. RT RW juga harus peduli dengan ini, bukan justru mengucilkan, bukan justru membiarkan," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Selasa (14/8/2012) malam.

Menurut Arist, kondisi secara umum masyarakat di Jakarta tidak mendukung penderita HIV/AIDS. Ia melihat, terjadi degradasi kesetiakawanan di masyarakat, terlebih karakter orang-orang perkotaan yang cenderung cuek dan masa bodo terhadap kondisi yang ada di sekitarnya. Kondisi demikian, bukanlah solusi bagi sang penderita.

Arist mengatakan, pemerintah sebenarnya telah membuat program terkait penyebaran virus menular tersebut. Salah satunya mendirikan Komisi Penanggulangan AIDS yang dibiayai negara. Meski demikian, Arist mengaku kinerja komisi tersebut juga belum terlalu terlihat di masyarakat. Padahal, komisi itu bisa melakukan sosialisasi ke warga untuk menciptakan kondisi yang ramah kepada pengidap HIV/AIDS.

"Informasi itu yang harus ditegaskan. Anak ini kena HIV/AIDS bukan karena dia, tapi keturunan. Itu yang masih lemah. Jadi wajar anak dikucilkan karena menular, minimnya pengetahuan itulah yang membuat masyarakat mengucilkan," ujarnya.

Jika peran pemerintah dan kesadaran masyarakat telah terbangun, kondisi demikian dianggap layak bagi anak yang menderita penyakit mematikan tersebut. Ia yakin, jika kondisi demikian tercipta di masyarakat, mampu menekan angka penularan virus HIV/AIDS tersebut di masyarakat.

Sumber: http://megapolitan.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6816