KPA: Pengidap HIV/AIDS Terbanyak Usia 26-30 Tahun
Tanggal: Wednesday, 29 August 2012
Topik: HIV/AIDS


Metrotvnews.com, 29 Agustus 2012

Kupang: Kasus HIV/AIDS di Kupang, Nusa Tenggara Timur, tergolong tinggi sampai periode Juli 2012. Ada 362 kasus. Penderita terbanyak berusia antara 26 tahun hingga 30 tahun.

"Jumlah penderita HIV/AIDS usia 26-30 tahun itu berjumlah 96 orang, sedang pada urutan berikut ditempati pengidap berusia 31 hingga 35 tahun yang berjumlah 76 orang," kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kupang, Bastian Benufinit, Rabu (29/8).

Kelompok usia 21 tahun-25 tahun menempati posisi ketiga dengan jumlah 64 orang. "Pengidap berusia nol tahun hingga lima tahun berjumlah 15 orang dan usia 11 sampai 15 tahun satu orang," beber Bastian.

Menurut Bastian, dari akumulasi jumlah itu sebenarnya ada penurunan kasus. Tapi karena jumlah itu merupakan akumulasi jumlah kasus sejak 2000 hingga Juli 2012, perkembangan kasus terlihat meningkat.

Dia mencontohkan, untuk perbandingan, tiga tahun terakhir sejak 2008 hingga Agustus 2010, khusus untuk penderita pada kelompok usia 26 hingga 30 tahun, menunjukkan tren menurun. Pada 2008, kata dia, penderita HIV/AIDS khusus untuk kelompok usia 26-30 tahun berjumlah sembilan orang. Angkanya meningkat menjadi 17 pada 2009, dan turun jadi 10 pada Juli 2012.

Hal yang sama juga terjadi pada penderita di kelompok usia 31-35 tahun, yang pada 2010 berjumlah 21 orang, kemudian turun menjadi 11 orang pada akhir Juli 2012.

Kelompok penderita berusia 16-24 tahun, pada 2008 sebanyak empat orang, kemudian meningkat menjadi 16 orang di 2009. Tapi angka itu kembali turun pada Juli 2010 menjadi empat kasus.

Khusus untuk kelompok usia nol hingga lima tahun, terjadi penurunan cukup berarti dari empat kasus pada periode 2008-2009 menjadi tinggal satu kasus pada akhir Juli 2012. "Sedangkan untuk kelompok usia enam hingga 15 tahun sepanjang tahun 2000 hingga Juli 2012, hanya satu orang penderita dan itu terjadi pada tahun 2004," kata Bastian.

Kepala BKPMD Kota Kupang ini menyebutkan, fenomena perkembangan kasus HIV/AIDS ibarat gunung es. Faktanya, kasus AIDS lebih banyak dari yang dilaporkan. Buat mengantisipasi dan menghadapi ancaman epidemi ini, tambah dia, perlu kerja sama dari unsur dan semu komponen masyarakat, agar pencegahan tehadap peningkatan penularan HIV dan Aids bisa terjadi.

Peningkatan kualitas orang dengan HIV dan Aids (Odha), terus dilakukan, termasuk melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat penyakit yang mematikan ini pada individu, keluarga dan masyarakat.

"Semua upaya itu menjadi tanggung jawab bersama, dan harus dilakukan sedini mungkin," katanya.

Seperti diketahui Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia.(Ant/ICH)

Sumber: http://www.metrotvnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6830