Tahanan idap HIV AIDS, biaya berobat ditanggung negara
Tanggal: Thursday, 30 August 2012
Topik: HIV/AIDS


Merdeka.com, 30 Agustus 2012

Seorang terpidana atau tahanan yang terjerat masalah kesehatan tetap mendapatkan perlindungan dan perhatian dari negara. Terlebih lagi, jika seorang tahanan mengidap sebuah penyakit mematikan, seperti virus HIV. Tahanan tetaplah seorang manusia, yang mempunyai hak asasi, termasuk pengobatan apabila yang bersangkutan terjangkit sebuah penyakit semacam HIV.

"Untuk tahanan yang dinyatakan HIV, dapat penanganan sendiri yaitu ada kunjungan dokter secara rutin, untuk sel karena dikhawatirkan terjadinya interaksi yang kurang pas dan baik, maka akan diberikan tahanan terpisah dan kunjungan dokter, pemerhati HIV juga didatangkan untuk pemberian konseling," kata Kabid Humas Komisaris Besar Polisi Rikwanto, saat dihubungi, Kamis (30/8).

Rikwanto mengatakan, terkait pembiayaan selama masa perawatan yang bersangkutan akan ditanggung negara, karena hal tersebut masih merupakan hak para tahanan sebagai warga negara.

"Selama yang bersangkutan berstatus tahanan, tentunya hak-hak daripadanya masih tanggungan negara, termasuk untuk yang sakit dokter juga dikunjungkan. Negara tetap memperhatikan," kata Rikwanto.

Terkait kunjungan dokter, hal tersebut tergantung teknis medis dari dokter yang bersangkutan. "Dokter yang memperkirakan kapan akan datang untuk berkunjung," ujarnya lagi.

Namun, fakta di lapangan apakah perhatian tersebut sudah diberikan secara penuh kepada para tahanan yang bermasalah dengan kesehatannya?

Sumber: http://www.merdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6839