Penderita HIV/AIDS di Karangasem Terus Meningkat Sopir Galian C Diduga Bawa Cewe
Tanggal: Tuesday, 04 September 2012
Topik: HIV/AIDS


Bali Post, 04 September 2012

Amlapura - Warga Karangasem yang diketahui positif atau terinfeksi HIV/AIDS dalam tiga tahun terakhir ini grafiknya terus meningkat. Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. IGM Tirtayana, menyampaikan realitas itu di Karangasem, Senin (3/9) kemarin. Hingga Maret lalu, jumlah warga yang positif HIV/AIDS dilaporkan 162 orang. Tentu saja jumlah yang diduga terinfeksi sesungguhnya jauh lebih banyak. Sesuai prediksi WHO pada satu orang di dalam masyarakat yang diketahui terinfeksi, diperkirakan sepuluh orang di sekitarnya juga sudah terinfeksi. Sesungguhnya fenomena penyebarannya seperti gunung es. Jumlah penderita sindrom penyakit yang belum ditemukan vaksinnya itu di Karangasem termasuk urutan ketujuh di Bali. Jumlah penderita 162 orang berasal dari semua kecamatan di Karangasem. Temuan terbanyak dari Kota Karangasem 32 orang, menyusul Kecamatan Abang dan Kubu masing-masing 29 orang, Bebandem dan Manggis masing-masing 19 orang, Rendang 16, sementara Selat dan Sidemen masing-masing diketahui ada 9 orang.

Dikatakan seperti halnya infeksi pada umumnya, penderita paling banyak berasal dari usia produktif umur 20 - 39 sebanyak 135 orang (85%). Kebanyakan pria yakni sebanyak 68%. Dari 162 yang diketahui terinfeksi, 150 orang terinfeksi dari hubungan seks, hanya 2 dari jarum suntik, 6 kasus terinfeksi dari ibu ke anak, seperti dua orang anak SD di Rendang terinfeksi HIV akibat tertular dari orang tuanya. ''Kasus di Karangasem tidak ditemukan penularan lewat transfusi darah. Jadi, donor darah di Karangasem sudah bagus, sebelum donor, sudah diperiksa apakah darahnya aman atau tidak,'' katanya.

Tirtayana mengatakan, memang perlu diwaspadai terkait banyaknya lokasi eksploitasi alam galian C di Karangasem, seperti di Kecamatan Kubu, Bebandem, dan Selat. Selama ini ada dugaan banyak pekerja galian C sopir truk atau kernet datang ke galian C bekerja 24 jam. Malam hari yang dingin itu mereka diduga juga mengajak wanita bukan pasangannya, ''gandengan'' ke lokasi galian C. Menurut pria asal Tabanan itu, kondisi itu mesti menjadi perhatian semua pihak untuk saling menjaga terutama lingkungan keluarga agar tetap harmonis.

Dikatakan kalau terpaksa mesti melakukan transkasi seks dengan ''gandengan'', agar lebih aman menggunakan kondom. Dan kondom juga harus tidak bocor. Memang, katanya sesuai anjuran Bupati Karangasem, di Karangasem tidak dikeluarkan izin kafe remang-remang.

Di pihak lain, anggota DPRD Karangasem, Luh Purnaminingsih, mengatakan perlunya dimonitor dan dideteksi dari kalangan mana dan pekerja bidang apa yang ditemukan banyak tertular HIV/AIDS. Hematnya, diperlukan program action nyata dan efektif melakukan penyadaran dan sosialisasi ke tengah masyarakat. Sehingga masyarakat paling tidak memiliki pengetahuan bahwa hal yang sangat berbahaya itu bisa dihindari. Anggota DPRD Karangasem, Nengah Suparta, mengatakan, dulu pernah ada penyuluhan dengan memanfaatkan media seni tradisional seperti wayang atau bondres. Agar program itu menggeliat lagi, saran Purnaminingsih, anggarannya mesti disesuaikan. Bahkan bila memungkinkan ada penambahan. (013)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6848